

inNalar.com – Kampung apung adalah suatu jenis perkampungan yang berada di atas air.
Balikpapan, Kalimantan Timur memiliki sebuah kampung apung yang terkenal dan sering dijadikan sebagai tempat wisata.
Kampung apung di Balikpapan ini terletak di Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Bikin Ngakak! Bekantan Numpang Perahu Nelayan Menuju Daratan Balikpapan, Ditolong Malah Nyebur
Kampung apung ini sejatinya sudah ada sejak lama, bahkan sebelum tahun 1990.
Namun, pada tahun 1992, kampung mengalami kebakaran sehingga harus dibangun ulang.
Sebelum pembangunan kembali kampung apung ini dilakukan, wilayah ini merupakan kawasan kumuh yang kotor, bau, dan tidak beraturan.
Setelah kebakaran terjadi, kampung in ditata sedemikian rupa oleh pemerintah sehingga menjadi kampung apung seperti yang dapat dikunjungi sekarang.
Baca Juga: Atasi Kecelakaan, Balikpapan Usahakan Bangun Flyover yang Tak Kunjung Rampung: Biayanya Rp 260M
Nama dari kampung apung ini adalah Kampung Atas Air atau juga sering dikenal Kampung Atas Air Margasari.
Kampung Atas Air Margasari ini berada di belakang Refinery Unit V milik Pertamina yang ada di Balikpapan.
Rumah-rumah di kampung apung ini berjejer satu sama lain di sisi jembatan yang terbuat dari kayu ulin.
Jembatan yang menjadi jalan utama kampung apung ini membentang panjang dengan luas 6,7 hektar.
Kampung Atas Air Margasari ini pernah mendapat penghargaan dalam Inovasi Management Perkotaan (IMP) Award pada tahun 2011 dan 2013.
Hal ini tidak mengherankan, karena pemandangan dari kampung apung ini sangatlah indah.
Pengunjung dapat berjalan-jalan di jembatan sambil menikmati deburan ombak atau matahari terbenam saat sore hari.
Di dekat kawasan kampung apung ini juga ada area konservasi mangrove yang tentunya sangat menarik untuk diamati.
Saat malam tiba, pemandangan lampu-lampu dari Kilang Minyak Balikpapan memberi kesan keindahan saat dilihat dari kejauhan.
Selain itu, juga ada banyak gazebo tertata rapi yang dapat dimanfaatkan bagi pengunjung yang datang untuk wisata kuliner.
Di sini, pengunjung juga dapat melihat aktivitas sehari-hari warga sekitar yang lalu lalang dengan perahu atau kapal mereka.***