

inNalar.com – Hendropriyono atau pemilik nama lengkap Jenderal TNI Prof. Abdullah Mahmud Hendropriyono tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, dirinya sempat mengalami turun trombosit hingga 8000.
Diaz Hendropriyono menyampaikan rasa terima kasih atas doa yang telah diberikan segenap warga masyarakat Indonesia untuk kesehatan ayahnya, tak lupa juga untuk Tim RSPAD yang bertugas menangani.
Diantara tim dokter yang menangani Hendropriyono disebutkan ada Dr Terawan, Letjen Budi, dan Mayjen Lukman. Kabar ini disampaikan melalui akun Instagram milik anak dari tokoh intelijen Indonesia pada Kamis, 29 April 2022 pukul 12.30 WIB.
Baca Juga: Hikmah dan Keutamaan Orang Sakit Menurut Buya Yahya: Pengabulan Doa Akan Mudah
Satu jam kemudian Diaz Hendropriyono menyampaikan rasa syukurnya atas penanganan tim dokter, namun tanpa nama Dr Terawan dan tercantum Brikjen Finekri. Terlihat foto ayahnya terbaring di atas ranjang dikelilingi orang-orang mengenakan masker.
“Alhamdulillah ditangani oleh tim dokter yang hebat,” ujar politikus yang juga menjabat Staf Khusus Presiden seperti dikuti inNalar.com dari akun Intagram @diaz.hendropriyono pada Kamis, 29 April 2022.
Perlu diketahui bahwa AM Hendropriyono merupakan Kepala Badan Intelijen Negara Indonesia yang pertama, dirinya juga menjadi professor bidang filsafat intelijen pertama di dunia sehingga dijuluki ‘Master of Intelligence’.
Untuk pendidikan tokoh intelijen Indonesia itu pertama belajar di SR Muhammadiyah daerah Kemayoran, Jakarta. Lalu pindah ke SR Negeri Jalan Lematang, masih di provinsi yang sama dengan sebelumnya.
Lulus SR Hendropriyono melanjutkan ke SMP Negeri V kemudian SMA Negeri II, keduanya sama-sama pada Bagian B atau program khusus mempelajari ilmu pasti. Setelah itu barulah mendaftar di Akademi Militer Nasional (AMI) Magelang.
Pada tahun 1971 mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan itu lulus dari Australian Intelligence Course di Woodside, dan ketika 1980 selesai belajar di United States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Jatuh Saat Bersepeda hingga Dirawat di Rumah Sakit, Begini Kondisinya
Hendropriyono masaih belum berhenti belajar, pendidikannya dilanjutkan hingga masuk ke Sekolah Staf dan Komando (Sesko) ABRI dan lulus mendapat predikat terbaik tahun 1989.
Mantan menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan itu juga berkarir di dunia politik, tercatat dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indnesia (PKPI).
Hendropriyono meraih gelar doktor filsafat di Univarsitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, sebelum kemudian dikukuhkan menjadi guru besar ilmu filsafat intelijen di Sekolah Tinggi Intelijen Negara.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi