Heboh! Podcast Deddy Corbuzier dan dr Richard Lee Ungkap Fakta Baru dari Kasus Jessica Wongso

inNalar.com – Kasus kopi sianida yang membuat Jessica Wongso ditetapkan sebagai tersangka masih menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.

Berbagai spekulasi dari kasus Jessica Wongso yang muncul juga turut ditanggapi oleh publik figur seperti Deddy Corbuzier dan dr Richard Lee.

Deddy Corbuzier dan dr Richard Lee dalam akun YouTubenya masing-masing, mencoba sama-sama mencari informasi dari para narasumber yang terlibat dalam penyelidikan kasus tersebut.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Satu Alat Berkebun Ini dan Ungkap Caramu Menyelesaikan Masalah, Terobos atau Kabur?

Kasus ini kembali mencuat jadi perbincangan publik setelah rilisnya film dokumenter kasus tersebut yang berjudul ‘Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso’.

Film tersebut menayangkan berbagai jawaban dari sejumlah narasumber yang terlibat dalam kasus tujuh tahun lalu, terkait dengan seputar pertanyaan yang tak terjawab dalam persidangan.

Sejumlah spekulasi dan fakta pun mulai muncul kembali di kalangan masyarakat setelah mereka menyaksikan dokumenter kasusnya.

Baca Juga: Viral! Sekelompok Pemuda Serba Hitam di Bogor Robek Banner Caleg yang Terpampang, Sampah Visual?

Pada tayangan YouTube Deddy Corbuzier, dia mengundang Otto Hasibuan selaku pengacara Jessica.

Deddy menanyakan dalam podcastnya apakah menurut sang pengacara, Jessica yang ditetapkan sebagai tersangka memang benar-benar bersalah.

Jawaban mengejutkan pun dilontarkan Otto, dia yakin bahwa 99.99 persen Jessica tidak bersalah.

Baca Juga: Berdiri Sejak 2004, Pabrik Air Minum di Pandaan Jawa Timur Ini Tambah Cabang dan Buat Varian Baru, Bisa Tebak?

Otto menyebutkan jika pihaknya tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan bukti bahwa Jessica tidak bersalah.

Lanjut, hal serupa juga dilakukan oleh dr Richard Lee yang mengundang ahli forensik dr Djaja Surya Atmadja.

dr Djaja merupakan orang yang pertama kali hendak melakukan pengawetan pada jenazah Mirna Shalihin.

Lewat keterangannya, dr Djaja menemukan kejanggalan saat melakukan kegiatan tersebut.

Pasalnya, tubuh orang yang meninggal karena sianida akan meninggalkan bekas berwarna merah chery.

Berbanding terbalik dengan jenazah Mirna Salihin yang saat itu berwarna biru.

Dia menambahkan jika tidak menemukan sianida dengan kadar tinggi yang bisa menyebabkan kematian dalam tubuh jenazah Mirna.

Kadar sianida yang ditemukan pada tubuh mirna hanya ada 0.2 mg dan tidak bisa dijadikan sebagai bukti penyebab meninggalnya Mirna.

Dikatakan dr Djaja bahwa sianida dapat mengakibatkan kematian jika kadarnya berada di angka 120-150 mg. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]