Heboh Kemunculan The Mukaab atau Ka’bah Baru di Arab Saudi, Pertanda Apakah Ini?


inNalar.com –
inNalar.com – Pembahasan tentang proyek futuristik Saudi Vision 2030, The Mukaab, nampak telah menjadi perbincangan kontroversial di media sosial. Pasalnya, bangunan tersebut disebut memiliki kemiripan dengan bangunan Ka’bah.

Lantas, bagaimana Buya Yahya memandang hal ini? Apakah pembangunan semacam itu diperbolehkan dalam Islam?

Menurut Buya Yahya, kita sebaiknya tidak perlu terburu-buru dalam menilai bangunan The Mukaab yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi.

Pertama yang perlu diperjelas dalam fenomena ini, menurut pandangan Buya Yahya, adalah apa niat yang menjadi tujuan dibangunnya The Mukaab tersebut.

Baca Juga: Lebih Utama Mana Puasa Qadha dan Puasa Syawal? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya di Sini

Hal ini karena, menurut pengamatan Buya Yahya, bangunan yang mirip dengan ka’bah pun sebenarnya juga ada di Indonesia. Biasanya ka’bah yang dibangun, diniatkan untuk manasik haji dan umroh atau pun pengenalan ibadah tersebut kepada anak-anak dalam institusi pendidikan.

Apabila konteksnya demikian, Buya Yahya mengungkapkan bahwa niatnya tidak ada masalah dalam hal ini. Namun, jika niat pembangunannya sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Abrahah, sebagaimana peristiwa tersebut diabadikan oleh Allah dalam QS Al-Fiil.

Buya Yahya mengisahkan tentang pasukan tentara gajah Abrahah yang sengaja membangun ka’bah tandingan dan berusaha mengancurkan ka’bah yang asli, maka tentu yang demikian itu dengan tegas, tidak diperbolehkan.

Baca Juga: Muslim Wajib Tahu! Buya Yahya Beri Tanggapan Menohok Soal Pengbatan Ibu Ida Dayak

Oleh karena itu, Buya Yahya menyarankan kepada setiap muslim untuk berusaha mencari informasi secara mendalam terlebih dahulu terkait niat pemerintah Arab Saudi dalam membangun The Mukaab.

Dilansir dari laman Arabic Post, konsep bangunan The Mukaab yang berbentuk kubus merupakan kombinasi dari gaya arsitektur klasik khas Najd dengan gaya modern futuristik.

Gaya arsitektur klasik khas Najd pada bangunan The Mukaab terinspirasi oleh warisan budaya Najd yang berada di pusat wilayah Arab Saudi, dimana ibu kota Riyadh berada dan keluarga pendiri kerajaan berasal.

Baca Juga: Ceramah Ramadhan 2023: Berhijab Cuma Saat Bulan Suci Aja, Buya Yahya Sebut Tetap Ada Keistimewaannya

Selain itu, sebagaimana yang dituturkan oleh Buya Yahya, terkait gaya bangunan The Mukaab, bisa jadi karena bangunan di Arab Saudi kebanyakan memiliki bentuk atap yang datar.

Alasan terkait bentuk atap bangunan yang datar, dijelaskan pula oleh Buya Yahya, bahwa Arab Saudi memiliki iklim gurun yang cukup panas dan kering sepanjang tahun, sehingga gaya arsitektur berbentuk kubus cukup banyak ditemui di negeri kaya minyak tersebut.

Selanjutnya, Buya Yahya menjelaskan terkait boleh tidaknya pembangunan yang menyerupai ka’bah, selain dari niat pembangunannya, kita juga bisa melihatnya dari tujuan pembangunannya, apakah bangunan tersebut akan digunakan sebagai sarana yang positif ataukah sebaliknya.

Baca Juga: Istilah ‘Cinta’ Gak Boleh Diartikan Sembarangan, Ustadz Hilman Fauzi Bongkar Makna Sesungguhnya

Dengan demikian, kesimpulan yang bisa dipahami dari penjelasan Buya Yahya adalah terkait perkara diperbolehkan atau tidaknya membangun sebuah bangunan yang mirip dengan ka’bah, dalam hal ini terkait The Mukaab, maka perlu dikembalikan pada niatnya.

Selanjutnya, jika niatnya termasuk ke dalam perkara yang diperbolehkan, maka nilainya di hadapan Allah tergantung pada tujuan digunakannya bangunan tersebut,apakah untuk hal yang baik ataukah sebaliknya.

Pada akhir sesi ceramahnya, Buya Yahya pun menyarankan kepada setiap muslim agar kita senantiasa menyibukkan diri pada perkara yang lebih mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.***

Rekomendasi