

InNalar.com – Pembangunan megaproyek IKN di Kalimantan Timur ternyata menggunakan pekerja lokal alias tanpa tenaga asing.
IKN di Kalimantan Timur terus digenjot pembangunannya agar bisa rampung tepat waktu.
Pembangunan IKN di Kalimantan Timur pun menggunakan penyerapan tenaga kerja lokal.
Melansir dari Antara, penyerapan tenaga lokal di IKN Kalimantan Timur terus bertambah jumlahnya.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Alimuddin selaku Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.
Kementerian PUPR sendiri mencatat total ada sebanyak 9.976 tenaga kerja yang turun untuk sejumlah proyek pembangunan Kota Nusantara yang masih terus digenjot.
Jumlah tersebut pun terus bertambah, di mana sebelumnya hanya ada 6.700 tenaga kerja pada Mei 2023 lalu seperti dikutip dari ANTARA.
Alimuddin menjelaskan bahwa hampir 10.000 tenaga kerja tersebut, 2.000 di antaranya adalah tenaga kerja lokal alias masyarakat di Kalimantan Timur, termasuk warga Kabupaten Penajam, Paser Utara.
Sedangkan 7.976 sisanya merupakan tenaga kerja IKN yang berasal dari luar Provinsi Kalimantan Timur.
Pejabat Otorita IKN itu juga mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal harus terus dilakukan.
Hal ini bertujuan agar bisa memenuhi kualifikasi berbagai bidang yang tentunya dibutuhkan.
Selain itu adanya SDM juga karena kontraktor atau perusahaan pelaksana yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur IKN mencari tenaga kerja yang sudah bersertifikat keterampilan.
Sekadar informasi, sejumlah infrastruktur IKN sudah ada yang dibangun sejak September 2022 dan baru dimulai pada 2023.
Nantinya pembangunan juga akan terus dilanjutkan hingga 2024 dan semakin padat, maka kebutuhan tenaga kerja bakal terus bertambah.
Sementara itu Danis H. Sumadilaga selaku Kepala Satgas Pelaksanaan Infrastruktur IKN memastikan tidak ada tenaga kerja asing (TKA), dan hanya menggunakan tenaga lokal meski telah diizinkan.
Sementara itu, IKN di Kalimantan Timur diproyeksikan bakal rampung secara keseluruhan pada 2045 mendatang.***