

inNalar.com – Meski lanskap Timur Tengah berlapang gurun, potensi bencana banjir tahunan tidak dapat dipungkiri tetap terjadi di Mesir.
Infrastruktur Bendungan Rendah Aswan sebenarnya telah berfungsi di area hilir Sungai Nil pada 1902.
Namun proyek serupa kembali digaungkan usai Revolusi Mesir bergulir 50 tahun setelahnya.
Niatan Presiden Gamal Abdel Nasser dalam membangun Bendungan Tinggi Aswan masuk sebagai agenda proyek strategis di masa kepemimpinannya.
Salah satu yang mendorong urgensi pembangunan infrastruktur raksasa ini adalah upaya pengendali banjir tahunan yang meluap dari Sungai Nil.
Kala itu, banjir dahsyat periodik ini terjadi pada akhir masa musim panas, tetapi di saat yang bersamaan arus alirannya membawa nutrisi mineral alami.
Banjir yang membawa kandungan bermanfaat itulah yang menyebabkan tanah di sepanjang lintasan Sungai Nil menjadi subur.
Jadi zat penyubur lahan budidaya yang terkandung dalam air luapannya menyumbang geliat pertanian nasional hingga menjadi salah satu ekonomi andalan Mesir.
Tidak berhenti di situ, ekonomi negara tersebut juga melesat usai Bendungan Aswan berhasil memproduksi listrik hingga 10 miliar kilowatt per tahun.
Potensi raksasa dari infrastruktur ini cukup melegenda dalam peran pembangunan negara tersebut.
Tidak heran apabila akhirnya bangunan infrastruktur megah nan raksasa ini disebut sebagai bendungan terbesar di dunia.
Lantas, pembiayaan pembangunan proyek Bendungan Aswan Mesir ini berasal dari mana?
Saat niatan Presiden Gamal Abdel Nasser mengakar kuat, proyek ini pun mendapatkan bantuan pendanaan dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris sebesar 1 miliar USD.
Apabila disetarakan dalam penghitungan kurs rupiah, maka nilai proyek ini mencapai Rp15 triliun.
Namun ternyata pembangunan Bendungan Aswan ini tidak semudah yang dibayangkan.
Baca Juga: Peras Dana Rp9,6 Kuadriliun, Mega Proyek Arab Saudi Ini Tuai Kontroversi Gegara Bentuknya, Kok Bisa?
Pasalnya saat masa berkecamuknya peperangan blok barat dan timur, Mesir diketahui terlihat dalam hubungan politik dengan Uni Soviet.
Imbas dari hubungan kedua negara tersebut, AS dan Inggris yang memihak dari blok barat ini memutuskan untuk menghentikan pendanaan proyek pada tahun 1956.
Sebagai informasi tambahan, setelah melalui sederetan strategi pembiayaan akhirnya bendungan raksasa Mesir ini berhasil terwujud pada 21 Juli 1970.
Baca Juga: Peras Dana Rp9,6 Kuadriliun, Mega Proyek Arab Saudi Ini Tuai Kontroversi Gegara Bentuknya, Kok Bisa?
Adapun pengerjaannya dilakukan selama 10 tahun lamanya, yakni berkisar antara tahun 1960 – 1970.
Setelah terealisasi, manfaat dari Bendungan Aswan sangat terasa bagi perekonomian Mesir beberapa tahun setelahnya.***