Hasilkan Keuntungan 170.000 Gulden, Ternyata Proyek Trem Listrik di Jakarta Buatan Belanda Dahulu Keruk Modal Jumbo, Segini Biayanya

inNalar.com – Jakarta tempo dulu yang biasa dikenal dengan sebutan Batavia ini rupanya telah menyimpan jejak modernisasi di bidang transportasi berbasis jalan rel.

Bermula dari trem kuda, berlanjut ke trem uap, hingga akhirnya proyek trem listrik direalisasikan perusahaan swasta Belanda bernama Batavia Electrische Tram Maatshappij (BETM).

Moda transportasi trem listrik mulai beroperasi sejak April 1899, tepatnya saat era memasuki akhir masa abad ke-19.

Baca Juga: Sumbang 35 Persen Gas Nasional, Proyek Tangguh Train 3 Senilai Rp72,45 Triliun di Teluk Bintuni Papua Barat Bakal Jadi Karya Anak Bangsa, Benarkah?

Batavia terpilih menjadi lokasi proyek, karena dahulu Jakarta tempo dulu ini memang menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda.

Oleh karena itu, ekonomi daerahnya pun mulakan dari sentra pemerintahan ini.

Menolak lupa juga bahwa Pulau Jawa juga memiliki sebuah jalan yang masih eksis hingga kini berkat pembangunan yang digagas saat pemerintahan Gubernur Jenderal Daendles.

Baca Juga: Menelan Dana hingga Rp103,7 Miliar, Pembangunan Flyover di Magelang Ini Dibangun Awal Tahun 2024, Pelaksananya…

Berlanjut ke pengembangan trem uap, tetapi agaknya warga Batavia sendiri kurang menyukai konsep ini.

Pasalnya suaranya yang bising memberikan dampak polusi suara ke berbagai daerah yang dilaluinya.

Oleh karena itu, Van Zwiten seorang ahli listrik asal Belanda kemudian menggagas konsep trem listrik untuk direalisasikan di Jakarta yang dahulu namanya adalah Batavia.

Baca Juga: Keruk Biaya APBN Rp32,4 Miliar, Proyek Embung Wanakarya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Bakal Suplai Air Lahan Pertanian Seluas 777 Ha

Sistem pembagian gerbong pun tidak jauh beda dari yang sekarang, yakni membagi gerbongnya untuk penumpang kelas I, II, dan III.

Lantas, berapa modal biaya proyek ini hingga akhirnya sempat berjaya di era kolonial Belanda?

Rupanya perusahaan swasta trem listrik ini mengeruk modal awal sebesar 1,6 juta gulden.

Baca Juga: Sedot Anggaran Rp63,5 Miliar, Proyek Revitalisasi Lapangan Kerebosi Makassar Bakal Tutup Akses Lokasi Hingga Satu Tahun Full

Dengan dana tersebut pembiayaannya sudah meliputi pembuatan dan pemasangan rel trem listrik, serta aliran listriknya.

Seiring berjalannya proyek itu, perusahaan mampu mengeruk keuntungan sebesar 170.000 gulden.

Hal ini mengingat penerimaan yang bisa diraup sebesar 330.000 dan menyusut karena biaya operasional tahunan.

Baca Juga: Investasikan Rp60 Miliar untuk Pabrik Baru, Kinerja PT Nusa Palapa Gemilang Tbk Semakin Kuat

Adapun biaya operasional tahunan bisa mencapai 135.000 gulden dan dana keperluan lainnya sebesar 25.000 gulden.

Melansir dari Heritage KAI, pembangunan trem listrik di Batavia ini mampu geliatkan perekonomian sepanjang lintasan proyeknya.

Terlihat dari adanya pasar-pasar baru yang muncul di sepanjang lintasan trem listrik tersebut.***

 

Rekomendasi