Hasilkan 900 Ribu Konsetrat, Inilah Pembangunan Smelter Pabrik Pengolahan Tambang di Sumbawa Barat

InNalar.com – Terdapat pembangunan Smelter, atau pabrik pengolahan yang tengah dilakukan di Sumbawa Barat.

Adapun pembangunan Smelter pabrik pengolahan di Sumbawa Barat itu dibangun oleh PT Amman Mineral Industri.

Bagi orang-orang yang merasa asing dengan pembangunan Smelter di Sumbawa Barat tersebut, begini penjelasannya.

Baca Juga: BUMN Gelar Pasar Murah di Surabaya: Aksi Nyata Negara Ringankan Beban Rakyat

Smelting sendiri Dalam dunia pertambangan merupakan proses ekstraksi bijih logam murni.

Hal tersebut sama dengan proses pemisahan logam murni dari bijih, yang dilakukan dengan memanaskan dengan suhu yang tinggi, itulah Smelting.

Dilansir Innalar.com dari presidenri.go.id, Presiden Jokowi telah berulang kali menegaskan pada pentingnya hilirisasi industri guna mewujudkan Indonesia Maju.

Baca Juga: Sempat Sepi, Tak Disangka Bandara di Kabupaten Bungo Jambi Kini Malah Jadi Pilihan Favorit Penumpang, Kenapa?

Dalam melakukan hilirisasi industri, Kabupaten Sumbawa Barat terpilih menjadi salah satu tempat dibangun pabrik pemurnian smelter.

Pada pembangunan Smelter di Sumbawa Barat tersebut, diperkirakan sudah selesai kurang lebih 51%.

Sedangkan ditargetkan jika penyelesaian pembangunan Smelter itu akan selesai pada pertengahan tahun 2024 besok.

Baca Juga: Pertama di Sulawesi Utara, Pasar Termegah di Manado Ini Telan Dana Rp 71 Miliar, Menjual Barang Khusus?

Seperti yang dijelaskan di atas, PT Amman Mineral Industri merupakan yang membangun Smelter pabrik pengolahan di Sumbawa Barat.

Diketahui jika PT Amman Mineral Industri di Sumbawa Barat nantinya akan memiliki kapasitas produksi hingga 900.000 ton konsentrat.

Karena itulah presiden RI Jokowi memiliki harapan dalam industrialisasi Smelter agar bisa dilakukan pada turunan dari katoda tembaga yang dihasilkan.

Ditambah lagi hal tersebut juga akan berdampak pada lapangan kerja dan memberikan nilai plus.

Bahkan Disekitaran lokasi smelter tersebut akan memiliki kawasan penyulingan air laut, yang nantinya akan diubah menjadi air baku atau air siap pakai.

Adapun PT Amman Mineral Industri telah melakukan kerjasama dengan PT Krakatau Tirta Industri, karena fasilitas tersebut cukuplah penting dalam rangka mendukung operasional smelter dalam jangka waktu 30 tahun kedepan. ***

Rekomendasi