Hasilkan 7702 Ton Per Hari, Inilah Potret ‘Gunung Sampah’ di Bantar Gebang Bekasi yang Bikin Geleng Kepala

inNalar.com – Bantar Gebang merupakan sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Bantar Gebang menjadi gunung sampah tertinggi dan terbesar yang ada di Indonesia.

Melansir dari YouTube Jelajah Bumi, disini terdapat kawasan penampungan sampah akhir, yang menjadi tempat utama pembuangan sekitar ribuan ton sampah per hari dari seluruh wilayah Jakarta dan bekasi.

Baca Juga: Miliki Bebatuan Mirip Ukiran ‘Hokage’, Desa Nglanggeran di Gunung Kidul Sampai Dijuluki Konoha di Dunia Nyata

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang, atau kepanjangan dari TPST.

Bantar Gebang memiliki Total luas area 117 Hektar, namun begitu tidak semua area ini dijadikan zona buang.

Beberapa titik ternyata juga digunakan untuk lahan hijau, gedung perkantoran, pabrik pengolahan, dan berbagai fasilitas lainnya.

Baca Juga: Telan Rp341 Miliar, Jembatan di Kutai Barat Kalimantan Timur Ini Malah Mangkrak dan Rugikan Pemkab Sebesar…

Bantar gebang telah menjadi tempat bagi banyaknya sampah selama puluhan tahun.

Tercatat, tempat ini mulai beroperasi semenjak tahun 1989. Ada dua area pembuangan disini yaitu TPA Bekasi dan TPSP DKI Jakarta.

Saat ini, kondisi TPSP Bantar Gebang sudah terisi 39 juta ton sampah atau sekitar 80% dari kapasitas tampungnya.

Baca Juga: Ada Sekolah dan Mall, 10 Proyek Senilai Rp12 T di IKN Kalimantan Timur Ini Bakal Groundbreaking November 2023

Menariknya, jika dibuat sebuah perbandingan maka luas total Bantar Gebang setara dengan 200 lapangan sepak bola.

Sedangkan, tingginya sekitar 40 meter atau setara dengan gedung berlantai 16.

Sehingga, membuat Bantar Gebang menjadi yang terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Yogyakarta menyatakan rerata sampah yang ada disini pada tahun 2019 bisa mencapai 7.702,07 ton per hari. Bahkan, ada sebanyak 200 mobil pengangkut sampah yang masuk Bantar Gebang setiap harinya.

Kemudian, sampah-sampah akan dibongkar menuju titik buang sampah yang ada dan ditumpuk dengan alat berat eskavator hingga menjulang tinggi.

Selain itu, adanya buldozer digunakan untuk membantu meratakan sampah agar memiliki kepadatan yang sama.

Untuk sebagian orang, Bantar Gebang menjadi potret mencekam bercampur dengan bau busuk yang sangat menyengat.

Namun, ternyata banyak orang yang menggantungkan hidupnya melalui gunungan sampah ini.

Terdapat sekitar 6000 pemulung yang mengais rezeki dengan memilah sampah dan dijual ke pengepul.

Faktanya, Bantar Gebang memiliki peran vital bagi para pemulung, pengepul dan penggiling yang bekerja secara informal.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]