Hasilkan 650 Juta Ton Barel! Tambang Minyak Bumi Terbesar Ke-3 di Indonesia Ini Masih Alami Kekurangan?

InNalar.com – Tidak hanya di luar Jawa, sebenarnya pulau jawa sendiri memiliki tambang minyak bumi atau migas.

Adapun minyak bumi atau migas tersebut berada di Jawa Timur.

Bahkan migasdi Jawa Timur ini merupakan yang terbesar ke-3 di Indonesia.

Baca Juga: 2 Jam dari Bandar Lampung, Pantai Air Panas di Kabupaten Lampung Selatan Ini Punya Fenomena Langka Terunik!

Adapun posisi Migas terbanyak di Indonesia yaitu berada di Kalimantan Timur dan Riau.

Sedangkan untuk Jawa Timur yang menempati posisi terbesar ke-3, Jatim memiliki 31 blok wilayah kerja pertambangan (WKP), yang berstatus eksploitasi.

Tidak hanya terdapat status tengah dalam eksploitasi, terdapat pula 32 blok WKP yang berstatus eksplorasi.

Baca Juga: Terletak di Ketinggian 1972 Mdpl! Desa di Gunung Danau Toba Ini Lokasi Asal Muasal Suku Batak, Bisa Tebak?

Dengan begitu, maka penemuan ladang migas di Jawa Timur akan selalu terus bertambah.

Diketahui Total potensi minyak bumi di Jawa Timur adalah 583.475,5 juta barel.

Sedangkan untuk gas bumi sendiri terdapat 10.301,7 miliar meter kubik.

Baca Juga: Meriah! Rayakan HUT RI ke-78 dan HUT Kalsel ke-73 , Kalsel Adakan Festival Paman Birin Cup , Baldez FC Juara?

Sekedar informasi, penemuan terbesar tentang migas di Jawa Timur yaitu adalah Blok Cepu, yang terletak di Kabupaten Bojonegoro.

Dilansir inNalar.com dari kominfo.jatimprov.go.id, Blok Cepu di Bojonegoro Jawa Timur memiliki kandungan cadangan 7,7 triliun kaki kubik minyak bumi.

Angka tersebut setara dengan 650 juta barel.

Sebab itulah, pada tahun 2011 Jawa Timur mampu memproduksi minyak sebanyak 1.614.597 Barel, dengan pada Maret 2012 mencapai produksi sekitar empat ratus ribu barel.

Dilanjutkan pada potensi gas di tahun 2011, Jawa Timur mampu memproduksi sebanyak 5.529.693 kaki kubik per hari (MMSCFD), sedangkan pada Maret 2012 produksi gasnya sekitar 1.365,66 MMSCFD.

Sayangnya, angka dan jumlah pada gas itu masihlah cukup sedikit.

Dengan capaian produksi yang kurang banyak itulah, Jawa Timur masih mengalami defisit gas.

Diperkirakan defisit tersebut baru akan terpenuhi di tahun 2025, saat kebutuhan gas yang diperlukan sekitar 872 juta kaki kubik per hari.***

 

Rekomendasi