Hasilkan 33 Ribu Ferronickel! Smelter di Sulawesi Selatan Ini Pembangunannya Tak Gusur Warga, Investasinya…

InNalar.com – Indonesia merupakan satu dari negara di dunia yang memiliki hasil bumi yang kaya, salah satunya adalah Nikel.

Meski begitu, dalam rangka meningkatkan hasil tambang agar lebih positif, akhir-akhir ini Indonesia tengah banyak membangun pabrik pengolahan mineral, atau bisa disebut smelter.

Salah satu tempat yang tengah dibangun pengolahan mineral tersebut yaitu berada di kabupaten Luwu, provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Rebutan Projo! Begini Kondisi Terkini Relawan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo Jelang Ajang Pilpres 2024

Sekedar informasi, smelter pengolahan ini diklaim berbeda dengan yang lain, sebab selama proses pembangunannya perusahaan tersebut tidak melakukan penggusuran pada lahan warga.

Adapun yang membangun smelter ini yaitu PT Bumi Mineral Sulawesi (PT BMS) yang adalah anak usaha dari Kalla Group.

Disebut tidak menggusur, sebab perusahaan ini telah membeli lahan yang akan dijadikan pabrik mineral sejak tahun 2016.

Baca Juga: Sempat Mangkrak! Kontraktor JPO Klender Ditodong Denda Rp400 Juta ke Pemprov DKI Jakarta, Apa yang Terjadi?

Selain memberi klaim jika tidak menggusur lahan warga, pabrik pengolahan ini juga diklaim paling ramah lingkungan se-Indonesia.

Alasannya, karena pabrik pengolahan yang berada di kabupaten Luwu ini menggunakan sumber energy terbarukan hydro power.

Tidak hanya itu, bahkan pembangkit listrik yang akan digunakan dalam memasok keperluan energi di pabrik ini juga berasal dari PLTA Malea Tana Toraja.

Baca Juga: Siapa Saja ‘Mainan’ Soeharto yang Diduga Terlibat dalam Gerakan 30 September? Ada Sosok Tak Terduga

Dilansir dari Kalla Group, karena pembangkitnya serta prosesnya menggunakan green energi, pabrik pengolahan hasil bumi ini nantinya tidak akan memiliki cerobong asap.

Karena itulah tempat pengolahan mineral di Sulawesi Selatan ini sampai bisa diclaim paling ramah lingkungan di Indonesia.

Jika sesuai rencana, pabrik pengolahan nikel milik PT Bumi Mineral Sulawesi ini nantinya akan dapat beroperasi dengan memproduksi Feronikel pada November 2023.

Memiliki kapasitas produksi ferronickel mencapai 33 ribu ton nikel per tahun, berdasarkan perkiraan nantinya smelter nikel ini akan rampung pembangunannya pada Juli 2024.

Menjadi paling ramah lingkungan sekaligus tanpa menggusur lahan warga, diketahui pembangunan smelter di Sulawesi Selatan ini menghabiskan anggaran sebanyak Rp3,2 triliun.

Menariknya, selama proses pembangunan terjadi, pabrik ini dibangun 100% oleh anak bangsa, tanpa mempekerjakan tenaga dari luar negeri.

Sebanyak 70% tenaganya berasal dari kabupaten Luwu, sedangkan sisanya menggunakan tenaga dari luar, namun masih merupakan anak bangsa. ***

 

Rekomendasi