Hasilkan 240 Ribu Ton Per Tahun! Tambang Nikel di Maluku Utara Ini Diklaim Terbesar di Dunia, Benarkah?

inNalar.com – Dengan kekayaan alam yang terdapat di Indonesia, kini negara tanah air kita memiliki pabrik Nikel Sulfat terbesar yang berada di Maluku Utara.

Bagaimana tidak, provinsi Maluku Utara sendiri merupakan salah satu daerah dengan pemilik Nikel terbesar di Indonesia.

Berdasarkan Data yang diketahui, Nikel Indonesia terbagi di beberapa wilayah seperti di Maluku, Sulawesi, dan Papua.

Saat melakukan pemanfaatan Nikel dengan baik, maka tentu hal tersebut mampu membuat Maluku Utara menjadi pabrik pengolah nikel terbesar di dunia.

Baca Juga: Terkenal Sebagai Bandara Terbesar se-Kalimantan Selatan, Bandar Udara Ini Miliki Sederet Fasilitas Terlengkap

Sedangkan Nikel sulfat adalah satu bahan utama yang digunakan dalam menyusun prekursor katoda pada baterai kendaraan listrik.

Sekedar informasi, total cadangan nikel pada 3 daerah di Indonesia pada tahun 2021 mencapai hingga 4,6 miliar ton.

Begitu pula pada tahun 2021, produksi nikel negara Indonesia mampu mencapai 1 juta ton, sehingga menjadi yang tertinggi di dunia.

tentu untuk dapat menghasilkan olahan nikel sebanyak itu, harus ada perusahaan yang menanganinya.

Baca Juga: Bendungan Senilai ¥25,868 Miliar di Jawa Timur Ini Namanya Dipetik dari Nama Menteri PUPR!

perusahaan yang menangani produksi Nikel Sulfat di Maluku Utara adalah PT Harita Nickel, melewati unit bisnisnya yaitu PT Halmahera Persada Lygend, yang merupakan afiliasi bisnis dari PT Trimegah Bangun Persada Tbk.

Adapun letak dari pabrik pengolahan nikel sulfat yang menjadi terbesar di dunia berada di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Dilansir Innalar.com dari rri.go.id, diketahui jika pengolahan cadangan nikel di Maluku Utara masih dapat digunakan untuk dijadikan bahan baku baterai mobil listrik selama 73 tahun lagi.

Dikatakan sebagai yang terbesar di dunia, diketahui jika operasi produksi nikel sulfat di daerah Maluku Utara itu mampu memberikan kapasitas hingga 240 ribu ton per tahun.

Baca Juga: Intip Keseruan Karnaval ‘Pesona Nusantara Bekasi Keren’, 3000 Penari Ronggeng Beken Jadi Pusat Perhatian!

Berlanjut pada perkiraan pada tahun 2024 nanti, Permintaan olahan nikel secara global diperkirakan dapat mencapai 3,2 juta ton.

Meskipun permintaan kebutuhan nikel di dunia membutuhkan sebanyak itu, namun Indonesia diperkirakan mampu menyumbang sebanyak 1,4 juta ton, dimana lebih dari 40 persen produksi global.

Nah itulah kekayaan alam Indonesia hingga mampu memiliki pabrik nikel terbesar di dunia. Tentu agar dapat menjadi negara maju, sumber daya manusia di tanah air juga harus berkualitas, agar sumber daya alamnya dapat dimanfaatkan dengan baik.***

Rekomendasi