

inNalar.com – Hasil Sidang Isbat 2022 untuk menentukan 1 Syawal akan diumumkan pada hari Minggu tanggal 1 Mei 2022. Setelah semua rangkaian acara pertemuan dan rukyatul hilal selesai dilaksanakan.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamarudidin Amin menyampaikan bahwa pada waktu tersebut, di Indonesia yang mana juga bertepatan dengan hari ke 29 Ramadhan posisi hilal cukup tinggi ada di antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit.
Sementara untuk sudut elongasinya antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat. Hal itu mengacu dengan menggunakan metode hisab seperti yang dilakukan Muhammadiyah selama ini, tetapi kriteria minimumnya berbeda dengan pemerintah.
Baca Juga: 5 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2022, Cocok untuk Ungkapan Maaf dengan Keluarga, Sahabat dan Kerabat
Pemerintah bersama dengan negara-negara tetangga sekitarnya, yang tergabung dalam wadah MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sepakat untuk kriteria hilal awal bulan hijriah pada 3 derajat.
“1 Mei 2022 tinggi hilal antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat,” kata Kamarudidin Amin seperti dikutip inNalar.com dari laman resmi Kemenag pada Rabu, 27 April 2022.
Rukyatul hilal atau metode menyaksikan bulan secara langsung digunakan sebagai bentuk konfirmasi terhadap hisab yang sudah bisa diketahui sejak sebelumnya, dan adanya kriteria baru yang ditetapkan bersama-sama MABIMS.
“Rukyat digunakan sebagai konfirmasi terhadap hisab dan kriteria yang digunakan.” Ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag itu lagi.
Konfirmasi tersebut dan hisab itulah yang akan dimusyawarahkan pada pelaksanaan Sidang Isbat nantinya, dari diskusi yang terjadi baru bisa disimpulkan untuk kemudian hasil Sidang Isbat 2022 diumumkan pada hari Minggu, 1 Mei 2022.
“Kedua hal yaitu hisab dan konfirmasi pelaksanaan rukyatul hilal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk selanjutnya diambil keputusan awal Syawal 1443 H.” Jelas Kamaruddin Amin lagi.
Pejabat yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar itu juga mengingatkan agat dalam menangani persoalan hisab dan rukyat diperlukan pembentukan suasana kondusif bagi umat Islam.
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri 2022 Tema Allah Maha Tahu, Menggetarkan Hati dan Membuat Jamaah Menangis Sedih
“Kita perlu menciptakan suasana yang kondusif bagi umat Islam, khususnya di bidang hisab rukyat.” Tambah Dirjen Bimas Islam Kemenag itu.
“Kami berharap, forum ini bisa menghasilkan ide-ide yang cemerlang untuk mendukung kemajuan hisab rukyat di dunia Islam secara umum.” Katanya lagi.
Hisab dan rukyat seharusnya dapat menjadi salah satu dari ciri kemajuan Islam, mempersatukan umat. Tidak sebaliknya memecah belah persaudaraan sesama anak bangsa, karena dipicu keributan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi