Harta Kekayaan Pejabat Surabaya Ini Malah Turun Setelah Menjadi Wali Kota, Begini Rinciannya

InNalar.com – Eri Cahyadi, S.T., M.T. adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 26 Februari 2021.

Sebelum menjadi Wali Kota, ia adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kota Surabaya.

Seperti pejabat lain pada umumnya, Eri wajib melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2023 atau 1444 H, Penuh Makna dan Cocok Dibagikan ke Saudara

Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN, Wali Kota Surabaya ini memiliki total kekayaan sebesar Rp. 4.967.825.000.

Kekayaan ini mengalami penurunan dibandingkan kekayaan di masa menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

Dalam laporan kekayaan Eri pada 31 Desember 2018, kekayaannya berdasarkan data LHKPN mencapai angka Rp. 5.800.000.000.

Baca Juga: Tandatangani Komitmen Stop Pungli dan Gratifikasi, Ternyata Ini Total Kekayaan dari Kepala Disdik Kota Bandung

Hal ini mengalami penurunan sebanyak Rp. 832.175.000, di mana berdasarkan data LHKPN penurunan berasal dari kepemilikan tanah.

Sedangkan, kekayaan yang dimilikinya berupa alat transportasi dan mesin berupa mobil serta motor mengalami peningkatan sebesar 14,60%.

Saat Eri menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, aset yang dimilikinya berupa tanah dan bangunan yang berada di Surabaya serta Pasuruan.

Baca Juga: Wow! Miliki Harta Kekayaan Mencapai 5,5 Milyar: Begini Aksi Nyata Dani Ramdan Sebagai Bupati Bekasi

Meski masih memiliki aset yang sama, pada saat Eri menjabat sebagai wali kota, aset yang dimilikinya berkurang sebesar 14,35% berdasarkan laporannya pada 31 Desember 2022.

Lain halnya dengan aset alat transportasi dan mesin yang mengalami kenaikan.

Pertama, terdapat motor Honda sepeda motor tahun 2004 hasil sendiri yang memiliki nilai sebesar Rp 7.000.000, kemudian berganti nilai menjadi Rp. 4.000.000 dari data 2022.

Berbeda dengan aset mobil Honda Jeep tahun 2013 yang dimiliki pada 2018 dengan nilai Rp 340.000.000 dan menghilang pada 2022.

Kedua, terdapat motor Honda Rebel sepeda motor tahun 2017 dengan nilai sebesar Rp 149.500.000 pada 2018 yang digantikan dengan motor bernilai Rp. 105.000.000.

Terakhir, mobil Honda CRV tahun 2021 memasuki jajaran aset pada 2022 dengan nilai sebesar Rp 460.000.000.

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, terungkap bahwa Eri Cahyadi juga memiliki hutang yang perlu dilaporkan.

Pada tahun 2018, jumlah hutang yang dimiliki oleh Eri Cahyadi mencapai Rp. 3.671.559.470.

Namun, pada tahun 2022, jumlah hutangnya mengalami penurunan signifikan menjadi Rp. 1.811.563.225.

Penurunan ini mencapai Rp. 1.859.996.245 atau setara dengan penurunan sebesar 50.66%.

Hal ini menunjukkan upaya Eri Cahyadi dalam mengurangi beban hutang yang dimilikinya selama menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.

Demikian harta kekayaan Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, di mana justru mengalami penurunan setelah menjabat.***(Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi