

inNalar.com – Tidak disangka-sangka, Acara Indonesia-USA Deep Sea Exploration of the Sangihe Talaud Region atau INDEX 2010 yang digelar di area perairan sekitar Pulau Kawio, Sangihe, Sulawesi Utara, menemukan fakta mencengangkan.
Kegiatan eksplorasi laut hasil kolaborasi peneliti Indonesia bersama Amerika Serikat ini tak sengaja berujung pada penemuan ‘Harta Karun Raksasa’ bawah laut yang ditemukan di sekitar Pulau Kawio, Kec Marore, Kab Sangihe, Sulawesi Utara.
Setidaknya ada 32 peneliti laut asal Indonesia dan 12 peneliti asal Amerika Serikat yang menemukan gunung api bawah laut di dekat Pulau Kawio, Kab Sangihe, Sulawesi Utara.
‘Harta Karun’ yang dimaksud di sini ialah Gunung Kawio Barat yang berada di sekitar Pulau Kawio, tepatnya di bawah laut perairan Sangihe, Sulawesi Utara.
Dari perairan Sangihe sedalam 5,100 meter ini, rupanya terdapat gunung api bahwa laut yang tingginya mencapai 3.200 meter.
Keberadaan gunung api bawah laut Kawio Barat ini menyebabkan suhu di dalam perairan menjadi lebih tinggi daripada suhu perairan pada umumnya.
Baca Juga: Landmark Ikonik Kota Jambi Ini Habiskan Dana Hingga Rp 3,5 Miliar, Penampakannya Sangat Menakjubkan!
Meski dengan suhu yang tak biasa, rupanya di kedalaman laut yang menyimpan misteri gunung bawah laut tertinggi di dunia ini tetap menyimpan biota laut yang menakjubkan.
Terumbu karang yang cantik dan berbagai spesies ikan yang hidup di bawah laut yang ada di sekitar Pulau Kawio pun tetap terlihat indah, meski suhu airnya tinggi.
Saat eksplorasi di bawah laut perairan Sangihe, Sulawesi Utara, ternyata ditemukan gelembung gas yang menunjukkankeberadaan gunung api aktif di bawah laut.
Baca Juga: Cukup 3 Jam, Kini Para Pemudik Lampung-Palembang Bisa Pangkas Waktu Lewat Jalan Tol Terbanggi Besar
Bagaimanapun, wilayah perairan Sangihe Sulawesi Utara ini masuk ke dalam lintasan cincin api yang rentan terhadap gempa bumi, salah satu sebabnya ialah banyaknya gunung api.
Dari hasil eksplorasi penyelaman bahwa laut, ditemukan adanya asap dan gelembung panas, serta semburan belerang kuning maupun putih.
Dilansir dari laman lipi.go.id, ekspedisi penemuan gunung api tak hanya satu yang ada di perairan Sangihe, Sulawesi Utara.
Ada gunung bahwa laut di sekitar perairan laut dalam Sulawesi Utara lainnya yang juga serupa dengan gunung Kawio Barat. Hanya saja, setelah diteliti lebih lanjut, gunung satunya dinyatakan tidak aktif lagi.
Kesimpulan yang diungkap oleh pihak peneliti dari LIPI ialah, gunung Kawio Barat yang merupakan gunung api aktif bawah laut di perairan Sangihe, Sulawesi Utara, ini ternyata memiliki kemiripan dengan Gunung Kilauea Hawaii.
Adapun gunung Kilauea Hawaii disebut memiliki konsistensi lava yang cenderung sangat cair.***