Hari Valentine 2022, Harap Waspada Perubahan Perayaan Kasih Sayang Jadi Pesta Seks Hingga Wabah Corona Melanda

 

inNalar.com – Hari Valentine 2022 diharapkan menjadi ajang untuk meningkatkan kewaspadaan bagi orang tua, terutama yang memiliki anak remaja sampai dewasa.

Sebab ada pergeseran nilai yang mana awalnya adalah perayaan hari kasih sayang, menjadi kesempatan untuk lakukan pesta seks.

Hal seperti itu yang sebenarnya terjadi di negara Barat, sehingga banyak ulama Islam mengharamkan perayaan hari Valentine 2022.

Pergeseran budaya hari kasih sayang menjadi pesta seks benar-benar terjadi sehingga ketika wabah Corona melanda banyak orang berfikir ulang.

Baca Juga: Arti Bunga Mawar di Perayaan Valentine Day, Setiap Warna Punya Maksud yang Berbeda

Mengutip dari Antara, dosen fakultas syariah IAIN Sumut Drs. Ahmad Ramadhan, MA mengatakan bahwa awalnya tujuan hari Valentine 2022 baik.

Namun di negara-negara asal hari kasih sayang tersebut bermula terjadi pergeseran nilai, maka begitulah budayanya menyebar dengan cepat.

Sehingga setiap mendekati hari Valentine, penjualan alat kontrasepsi meningkat, hal ini kuat hubungannya dengan pergeseran nilai yang disebutkan sebelumnya.

Begitulah selalu terjadi di hari kasih sayang tanggal 14 Februari setiap tahunnya, sampai ketika wabah covid 19 melanda dunia belakang ini.

Baca Juga: Rayakan Hari Kasih Sayang dengan Foto, Ini 10 Link Twibbon Hari Valentine 2022

Media CirebonRaya.com melaporkan pada tahun lalu bahwa penjualan alat bantu atau mainan seks meningkat lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Khususnya untuk periode mendekati hari Valentine di Prancis misalnya, walaupun sebenarnya ukuran masyarakat di sana tabu perlahan juga berubah.***

 

Rekomendasi