

inNalar.com – Hari Tasyrik dapat dikatakan sebagai waktu yang istimewa untuk beribadah bagi umat Islam. Hal ini karena pada Hari Tasyrik kebanyakan orang-orang lalai.
Keutamaan Hari Tasyrik berdasarkan Imam Bukhari yang mengutip hadis yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra., sebagai berikut:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَّ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ
Artinya, “Dari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini’,” (HR Bukhari).
Pengertian Hari Tasyrik ditinjau dari segi bahasa merujuk pada kata tasyriq yang artinya penghadapan ke arah Timur (Arah sinar matahari).
Hari Tasyrik merupakan sebutan bagi hari setelah nahar (10 Dzulhijjah). Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Pada Hari Tasyrik Idul Adha 2022, akan jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Juli 2022, jika berdasarkan ketetapan pemerintah.
Terdapat ketentuan bagi umat Islam di Hari Tasyrik, yaitu dilarang melaksanakan ibadah puasa. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir.
Imam Muslim meriwayatkan hadis yang menyatakan bahwa Hari Tasyrik adalah hari istimewa untuk makan, minum, dan untuk zikir. Bunyi hadistnya sebagai berikut:
عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ
Artinya, “Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir’,” (HR Muslim).
Baca Juga: Link Beasiswa LPDP 2022 Tahap 2 Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftar dan Jadwalnya
Adapun amalan-amalan utama yang dapat dilaksanakan di Hari Tasyrik, sebagai berikut:
Memperbanyak Takbir
Melafalkan takbir pada Hari Tasyrik dianjurkan bagi umat Islam. Amalan ini dilaksanakan setelah sholat sunah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut:
وقال ابنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُوْدَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وكَانَ ابنُ عُمَرُ وأَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أيَّامِ العَشْرِ يُكبِّرَانِ، ويُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا وكَبَّرَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَافِلَةِ
Artinya, “Ibnu Abbas ra. mengatakan, ‘Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu,’ (Surat Al-Baqarah ayat 203). ‘Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik.’ Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah sholat sunah,” (HR Muslim).
Baca Juga: Niat Puasa Dzulhijjah 1443 H, Lengkap Beserta Jadwal Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya
Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir
Ibnu Hajar Al-Asqalani pada akhir pembahasan amal pada Hari Tasyrik mengutip riwayat hadis sebagai berikut:
وقد وقع في رواية بن عمر من الزيادة في آخره فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّحْمِيْدِ وَالتَّكْبِيْرِ
Artinya, “Pada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, ‘Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik’,” (Al-Asqalani, 2004 M/1423 H II/529).
Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa untuk beribadah sehingga amalan apapun yang dilaksanakan pada waktu yang istimewa akan mendapatkan ganjaran yang istimewa pula.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi