Hari Tasyrik 2022 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya dan Amalan yang Dianjurkan


inNalar.com
– Idul Adha 1443 H akan segera tiba, pelaksanaannya jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau tanggal 10 Juli 2022. Lantas hari Tasyrik 2022 jatuh pada tanggal berapa?

Hari Tasyrik adalah hari-hari istimewa yang bisa dimanfaatkan untuk beribadah meskipun ada larangan berupa haram puasa di hari-hari tersebut.

Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12 serta 13 Dzulhijjah. Artinya bertepatan dengan tanggal 11 sampai 13 Juli 2022.

Baca Juga: Inilah 30 Link Twibbon Idul Adha 2022 Paling Baru dan Menarik, Lengkap dengan Cara Membuatnya

Dilansir inNalar.com dari nahdlatul ulama, ada 3 amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada hari Tasyrik. Apa saja amalan tersebut?

1. Perbanyak Takbir

Mengutip pandangan Ibnu Abbas ra. Imam Bukhari kemudian meriwayatkan sebuah hadits tentang amalan utama pada Hari Tasyrik.

وقال ابنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ أَيَّامُ العَشْرِ والأَيَّامُ المَعْدُوْدَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وكَانَ ابنُ عُمَرُ وأَبُو هُرَيْرَةَ كَانَا يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أيَّامِ العَشْرِ يُكبِّرَانِ، ويُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيْرِهِمَا وكَبَّرَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَلِيٍّ خَلْفَ النَافِلَة

Artinya: “Ibnu Abbas ra. mengatakan, ‘Sebutlah nama Allah (zikirlah) pada hari tertentu,’ (Surat Al-Baqarah ayat 203). ‘Hari 10 dan hari-hari tertentu adalah Hari Tasyrik.’ Sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah ra. keluar ke pasar pada hari 10 sambil bertakbir. Orang-orang pun ikut bertakbir karena takbir keduanya. Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah shalat sunnah,” (HR Bukhari).

Baca Juga: Simak Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban yang Benar dan Sesuai Syariat Islam di Sini

Dalam bab ini, Imam Bukhari juga mengutip dari sahabat Ibnu Umar dan Abu Hurairah yang bertakbir di Hari Tasyrik.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani juga mengutip pandangan yang serupa sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Bukhari mengenai anjuran takbir selesai shalat. Kali ini ia mengutip pandangan dari Imam Abu Hanifah mengenai pembacaan takbir setelah sholat pada Hari Tasyrik.

وكان أبو حنيفة يذهب بالتشريق في هذا إلى التكبير في دبر الصلاة

Artinya: “Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa amal pada Hari Tasyrik adalah takbir setelah shalat,” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/525).

2. Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir

Di akhir pembahasan mengenai amalan pada Hari Tasyrik, Ibnu Hajar Al-Asqalani mengutip riwayat hadits yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak bacaan tahlil, tahmid, serta takbir.

Baca Juga: Kazuki Takahashi, Kreator Manga Yu-Gi-Oh! Ditemukan Meninggal Dunia

وقد وقع في رواية بن عمر من الزيادة في آخره فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّحْمِيْدِ وَالتَّكْبِيْرِ

Artinya: “Pada riwayat Ibnu Umar ada tambahan kalimat di akhir, ‘Perbanyaklah tahlil, tahmid, dan takbir pada Hari Tasyrik,’” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/529).

3. Jenis Amal Ibadah

Pendapat dari Ibnu Abi Jamrah juga dikutip oleh Al-Asqalani. Menurutnya, tidak ada amalan maupun zikir tertentu yang harus dilakukan pada Hari Tasyrik.

Ia menambahkan, amalan apapun yang dilakukan asalkan bertepatan dengan Hari Tasyrik maka tetap lebih utama jika dibandingkan dengan pelaksanaan amalan yang sama saat dilakukan di luar Hari Tasyrik.

Baca Juga: Buntut Kasus Pencabulan, Kemenag Cabut Izin Pesantren Shiddqiyah Jombang

وقال بن أبي جمرة الحديث دال على أن العمل في أيام التشريق أفضل من العمل في غيره

Artinya: “Ibnu Abi Jamrah mengatakan, ‘Hadits ini menunjukkan bahwa amal apapun pada Hari Tasyrik lebih utama daripada amal yang sama di luar Hari Tasyrik,’” (Al-Asqalani, 2004 M/1424 H: II/527).

Intinya, Hari Tasyrik adalah waktu yang istimewa untuk beribadah. Sehingga apapun amalan yang dilakukan akan memperoleh ganjaran yang istimewa pula. ***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]