Hari Raya Waisak 2566 BE Tanggal 16 Mei 2022, Simak Sejarah Perayaan Waisak di Sini


inNalar.com
 – Hari Raya Waisak 2566 BE (tahun ini) jatuh pada tanggal 16 Mei 2022.

Hari Raya Waisak adalah hari suci bagi seluruh umat Buddha.

Perayaan Hari Raya Waisak bertujuan untuk memperingati tiga peristiwa penting dalam ajaran Buddha, yakni:

1. Lahirnya pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623,

Baca Juga: Selain di Indonesia, Ribuan Warga Negara Indonesia Melaksanakan Salat Id secara Komunal di Negeri Belanda

Baca Juga: Jungkook dan Jimin BTS Bongkar Sisi Nakal V BTS Ketika Berubah Menjadi Teman yang Jahat, Ada Apa?

2. Kemudian pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha pada usia 35 tahun.

3. Terakhir, Hari Raya Waisak 2566 BE juga memperingati Buddha Gautama wafat pada usia 80 tahun, pada 543 sebelum masehi.

Sejarah Hari Raya Waisak

Berikut ini sejarah singkap Hari Raya Waisak, dirangkum inNalar.com dari berbagai sumber.

Perlu diketahui, pada awalnya umat Buddha tidak mempercayai entitas Tuhan yang menciptakan alam semesta dan seluruh isinya.

Baca Juga: Partai Buruh Usul, Marsinah Aktivis Buruh dan Korban Represi Orde Baru Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Baca Juga: Joko Widodo dan Prabowo Subianto Santap Opor dan Tempe Bacem pada Lebaran 2022 di Gedung Agung, Yogyakarta

Mereka hanya percaya terhadap ajaran seorang pria yang bernama Siddhartha Gautama yang merupakan seorang Buddha.

Pada abad k3-5 SM, Siddhartha Gautama diyakini sebagai pangeran yang lahir dari keluarga bangsan di tempat yang kini bernama Nepal.

Hidup bergelimang harta ternyata tidak membuat Siddhartha Gautama bahagia. Lalu, ia memutuskan untuk mulai belajar lebih banyak mengenai dunia dan penderitaan, dengan melakukan perjalanan sebagai orang suci tunawisma.

6 tahun dijalani, dia mulai sadar secara spiritual dan mencapai tujuannya untuk menemukan makna kehidupan.

Baca Juga: Paus Fransiskus Menjunjung dan Membela Kebebasan Pers karena Pers Melaporkan Luka Kemanusiaan

Baca Juga: Anies Baswedan: Shalat Idul Fitri di Jakarta International Stadium adalah Sebuah Momen Historis bagi Jakarta

Alhasil, Siddha Gautama menjadi seorang Buddha dan di sisa hidupnya ia mengajari pengikutnya berdasarkan pengalaman hidupnya.

Julukan Buddha sendiri dimaknai sebagai gelar, bukan nama atau yang berarti yang tercerahkan.

Hari Raya Waisak 2566 BE

Berdasarkan kisah di atas, maka waisak diperingati setahun sekali.

Namun, tanggal Hari Raya Waisak selalu berubah-ubah tiap tahunnya, mengingat perayaan Waisak dilakukan pada bulan purnama pertama dari bulan lunar kuno Waisak.

Baca Juga: Makna Halal Bihalal dan Waktu Tradisi Nusantara yang Pernah Damaikan Konflik Antar Tokoh Politik

Baca Juga: Catat! Empat Alternatif Rute dari Jakarta Menuju Bandung yang Bisa Dilewati Pemudik untuk Arus Balik

Di Indonesia, Hari Raya Waisak 2566 BE, dilangsungkan di Candi Borobudur.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur dibagi menjadi beberapa tahapan.***

Rekomendasi