

inNalar.com – Berikut adalah sejarah singkat dan pembahasan lengkap mengenai Hari Penghapusan Perbudakan Internasional dan praktiknya di zaman modern.
Hari Penghapusan Perbudakan Internasional akan diperingati tahun ini, yakni pada 2 Desember 2022.
Meskipun istilah budak sudah tidak lazim digunakan di jaman modern ini, namun peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional masih tetap diadakan.
Peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional sendiri memiliki makna, agar kembali mengingat bagaimana sejarah pernah mencatat perjuangan pembebasan budak di dunia.
Lantas bagaimana misi utama dan sejarah singkat hingga melahirkan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional? Simak penjelasannya di bawah ini.
Misi utama Hari Penghapusan Perbudakan Internasional
Seperti yang diketahui, Hari Pemghapusan Perbudakan Internasional lahir atas perjuangan para budak untuk memerdekakan diri.
Walaupun saat ini praktik budak sudah tidak banyak, namun peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional senantiasa menjadi wadah penentangan sistem budak.
Oelh karena itu, peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional di dunia modern ini, memiliki tugas utama yakni sebagai pemberantas perbudakan, seperti perdagangan manusia hingga kawin paksa.
Sejarah Hari Penghapusan Perbudakan Internasional
Dilansir perpusnas.go.id peringatan hari perbudakan Internasional ini, diputuskan oleh Konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) No 317 (IV) pada 2 Desember 1949.
Perbudakan sendiri sejarahnya telah terjadi pada ribuan tahun lalu, dimulai dari zaman mesir hingga yang terkenal yakni perdagangan budak Afrika.
Sampai pada akhirnya praktik perbudakaan secara terbuka dihilangkan pada abad ke-20, yang mana menjadi awal peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional.
Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Konvensi Ikan Paus pada 2 Desember 2022, Dilengkapi Maknanya
Macam-macam perbudakan di zaman modern
Meskipun perbudakan secara terang-terangan telah dilarang, namun nyatanya di zaman modern ini masih terdapat banyak praktik budak di dunia.
Praktik perbudakan di zaman modern ini bisa disebut sebagai bentuk diskriminasi, antara lain kerja paksa, perdagangan manusia hingga pemaksaan anak dibawah umur untuk bekerja.
Selain itu, pernikahan secara paksa juga menjadi hal yang dikategorikan sebagai perbudakan. ***