Hari Kopassus 2022, Simak Sejarah Terbentuknya Komando Pasukan Khusus

inNalar.com – Komando Pasukan Khusus atau yang lebih dikenal dengan singkatan Kopassus adalah pasukan elit Tentara Nasional Indonesia atau yang disingkat dengan TNI dengan ciri memiliki baret merah.

Hari Kopassus diperingati setiap tahunnya yakni tanggal 16 April. Kopassus memiliki motto yaitu “Lebih baik pulang tinggal nama, dari pada gagal di medan laga.”

Dilansir dari halaman website Kopassus.mil.id, Kopassus adalah prajurit yang menguasai taktik dan teknik ilmu perang khusus, mahir dan andal bergerak secara cepat di berbagai medan baik di darat, laut, mau pun di udara.

Baca Juga: Andika Perkasa ke Ketua DPD RI LaNyala Soal Demo 11 April 2022: TNI Bantu Antisipasi Aksi Sesuai Tupoksi

Awal terbentuknya Kopassus yakni dari didirikannya Kesatuan Komando Teritorium III yang berdasarkan Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No. 55/Instr/PDS/52 pada tanggal 16 April 1952.

Dari sinilah alasan mengapa Hari Kopassus diperingati setiap tanggal 16 April.

Sebagai komandan pertama Kopassus pada saat itu adalah Mayor Moch. Idjon Djanbi yang merupakan mantan KNIL dan pernah bergabung dengan Korps Speciale Troopen yang terjun di medan perang dunia II.

Sejarah lahirnya Kopassus berawal dari adanya pemberontakan yang terjadi di Maluku oleh kelompok Republik Maluku Selatan (RMS) yang terjadi pada bulan Juli 1950.

Saat itu pimpinan Angkatan Perang Republik Indonesia ingin mengerahkan pasukan untuk melawan kelompok tersebut.

Baca Juga: Ini Tap MPRS No 25 Tahun 1966 yang Disebut Jenderal Andika Perkasa Terkait Anak PKI Boleh Daftar TNI

Pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia itu dipimpin oleh Panglima Teritorium III Kolonel A.E. Kawilarang, dan yang menjadi komandannya adalah Letkol Slamet Riyadi.

Berhasilnya pasukan ini, membuat Letkol Slamet Riyadi memiliki ide untuk membentuk sebuah satuan yang mampu bergerak cepat dan tepat saat berada dalam medan pertempuran.

Walaupun akhirnya Letkol Slamet Riyadi gugur, pada pertempuran di Ambon, idenya tersebut dilanjutkan oleh A.E. Kawilarang.

Lalu akhirnya terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III pada tanggal 16 April 1952.*** 

Rekomendasi