

Kanker dan cinta punya kesamaan, tidakkah kau sadar ? Jika mereka terlalu kuat, kau tidak bisa menghancurkan mereka, tapi mereka bisa menghancurkanmu – Yosephine Monica.
4 Februari ditetapkan sebagai peringatan Hari Kanker Sedunia. Dikutip inNalar.com dari buku panduan HKS 2022, tema yang diangkat oleh Kemkes RI pada peringatan HKS 2022 adalah “Close the Care Gap”, yang bermakna pemerataan akses pelayanan kanker yang bermutu.
Untuk official hastag atau tagar yang digunakan sebagai kampanye di berbagai lini media adalah #WorldCancerDay dan #CloseTheCareGap.
Baca Juga: Hari Kanker se Dunia Akan Diperingati Pada 4 Februari 2022, Ini Sejarah Dibalik World Cancer Day
Seperti diketahui, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat heterogen. Kondisi geografis, status sosial ekonomi, ketersediaan fasilitas serta pelayanan kesehatan masyarakatnya variatif, sehingga berpotensi menjadi faktor yang dapat menimbulkan kesenjangan dalam mendapatkan akses pengobatan kanker.
Oleh karena itu, HKS 2022 menjadi momentum untuk bergerak menghapuskan kesenjangan tersebut. Pemilihan tema itu bukan tanpa sebab, tujuannya untuk mempersempit kesenjangan dalam pelayanan kanker.
Penanggulangan kanker akan berhasil jika dilaksanakan secara terintegrasi dan menyeluruh dengan dukungan dari lintas sektor, profesi, institusi, LSM, masyarakat, dan swasta.
Logo HKS 2022 merupakan representasi dari orang yang sedang memeluk dunia. Logo ini menggambarkan pengalaman kanker yang dibagikan ke seluruh dunia.
Sedangkan logo kampanye di Indonesia digambarkan dengan balok fleksibel yang ukurannya berbeda-beda untuk mengisi ruang yang kosong. Logo itu adalah gambaran dari gap atau kesenjangan dalam pelayanan kanker yang realitanya masih terjadi di Indonesia.
Sehubungan dengan tema yang menekankan pada pengurangan kesenjangan, isu utama yang diangkat dalam Hari Kanker Sedunia 2022 adalah
1. Kesetaraan askes ke pelayanan kanker
2. Pencegahan dan penurunan resiko
3. Kewaspadaan, pemahaman, mitos dan mis-informasi
4. Aksi dan Akuntabilitas Pemerintah
5. Penanganan yang tidak hanya fisik, tetapi dampak mental dan emosional
6. Selamatkan nyawa, menghemat uang
7. Mengurangi skills gap
8. Bekerja sama sebagai kesatuan.***