

inNalar.com – Pemberhentian kegiatan TikTok Shop yang dilakukan oleh pemerintah memang menjadi topik hangat di Indonesia.
Pasalnya, para pelaku UMKM, content creator dan reseller menjual produknya melalui platform TikTok Shop.
Tentunya pemberhentian ini berdampak pada usaha milik mereka. Lalu bagaimana solusinya?
Baca Juga: Prediksi Liga Champions Borussia Dortmund vs AC Milan: Tim Tamu Berpeluang Curi Poin Penuh!
Sebelumnya, larangan jual beli dan bertransaksi di Tiktok shop juga telah di terbitkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan.
Melansir informasi yang diperoleh dari akun Youtube @Mudacumasekali, Pemerintah tidak menginginkan adanya e-commerce dalam sosial Media.
Sehingga sosial media hanya digunakan sebagai salah satu cara untuk promosi. Kondisi ini tentu membuat kecemasan content creator dan reseller.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai content creator.
Pertama, faktor eksternal itu dimana kita harus tetap menaati peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan platform.
Apabila melakukan demo atau aksi protes lain belum tentu akan didengar. Ini dikarenakan kita tidak mengetahui sejauh mana ekskalasi peraturan itu sendiri.
Sehingga kita harus pintar dalam mencari peluang supaya tetap bisa bertahan dengan berbagai gempuran yang ada.
Kedua, kita harus lebih kreatif dalam mencari uang di sosial media. Sebagai, content creator kita harus meningkatkan kreatifitas dan mengerti traffic.
Kekuatan konten organik berasal dari content creator. Dimana kita sudah tahu kesukaan audience sehingga bisa menjadi modal awal untuk mencari audience baru.
Tentunya, sebagai content creator kita tidak boleh berputus asa karena akun TikTok yang kita miliki masih ada.
Jadi, dengan mengerti traffic kita akan mudah mengarahkan konten kemana saja karena sudah memiliki followers supaya mendapat monetize.
Selain itu, masalah ini bisa menjadi pembelajaran bagi content creator supaya tidak bergantung pada satu platform.
Kondisi ini bisa membuat kita kehilangan tempat untuk mendapatkan followers baru. Akibatnya, kita akan kembali mulai dari awal.
Content creator harus paham mengenai Omni channel. Manfaatnya ketika ada perubahan di salah satu platform maka kita masih punya traffic di platform lain.
Melihat sisi lain, kita bisa membuka banyak peluang untuk mendapatkan uang di berbagai platform media.
Apabila di Instagram kita bisa memperoleh endorse atau YouTube kita dapat adsense dan endorse dari video yang diunggah.
Ketiga, cari sumber penghasilan alternatif seperti penggunaan platform yang lain atau offline.
Maka perlu juga untuk meningkatkan skill yang kita miliki dengan mengikuti berbagai pelatihan media digital sehingga kita dapat terus berkembang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi