

inNalar.com – Beberapa pekan lalu, Chelsea sempat ditimpa kabar tak enak ketika sang pemilik, Roman Abramovich, terancam sanksi oleh Pemerintah Inggris terkait invasi Rusia atas Ukraina. Dimana Inggris memutuskan untuk menerapkan embargo kepada para oligarki Rusia yang punya aset di negara tersebut, termasuk Abramovich.
Hal ini membuat masa depan klub asal London Barat tersebut terancam suram. Sebelumnya diketahui bahwa Parlemen Inggris telah memberi tekanan kepada Abramovich terkait pembekuan aset-asetnya, diantaranya termasuk Chelsea. Beberapa hari kemudian taipan Rusia itu sempat melimpahkan kepengurusan The Blues kepada Wali Yayasan, setelah akhirnya resmi untuk melepas kepemilikan Chelsea.
Chelsea sendiri didirikan pada 10 Maret 1905 di pub The Rising Sun (sekarang The Butcher’s Hook), London. Tak lama kemudian klub tersebut terpilih menjadi anggota Football League. Sebelumnya pada pada 1904, Gus Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubahnya menjadi lapangan sepak bola.
Setelah tawaran untuk menyewakan stadion tersebut ditolak oleh Fulham, tak lama kemudian Mears justru memilih untuk mendirikan klub sendiri agar stadion tersebut bisa digunakan. Karena sudah ada klub bernama Fulham di wilayah tersebut, kemudian Mears memilih Chelsea untuk dipilih sebagai nama klub barunya.
Alasan pemberian nama Chelsea tersebut adalah karena Stamford Bridge ada dalam wilayah Kensington dan Chelsea (Royal Borough of Kensington and Chelsea). Sebelumnya nama-nama seperti Kensington FC, Stamford Bridge FC, dan London FC juga dipertimbangkan sebagai nama yang akan dipilih untuk klub baru Gus Mears.
Chelsea kemudian menjadi populer sebagai klub sepak bola di Kota London, dengan suporter lokalnya yang jumlahnya meningkat semakin banyak. Pada akhir 1910-an, The Blues menjadi klub pertama di Inggris yang pertandingannya hampir selalu dihadiri oleh 40.000 penonton di Stamford Bridge.
Baca Juga: Red Velvet akan Merilis Mini Album ‘The ReVe Festival 2022 – Feel My Rhythm’ dengan Konsep Menawan
Jumlah kehadiran yang besar tersebut membuat Chelsea menjadi salah satu klub terkaya di London dan bahkan di seantero Inggris. Ini memungkinkan The Blues untuk mendatangkan beberapa pemain bintang dengan harga yang mahal. Chelsea juga menjadi klub yang mendatangkan pemain asing pertama di Football League, yaitu Nils Middelboe dari Denmark yang datang pada 1913.
Pada lima dekade pertama kelahiran klub London Barat tersebut, tidak terlalu banyak capaian yang dihasilkan. The Blues sendiri saat itu naik turun di Divisi 1 dan Divisi 2. Namun, dalam dekade kedua kelahirannya, Chelsea berhasil mencapai final Piala FA untuk pertama kalinya.
Gelar Liga pertama mereka terjadi pada 1955. Namun, kesuksesan tak tersebut tidak cukup untuk mengubah nasib The Blues di kompetisi Football League, karena kemudian mereka kembali mengarungi beberapa kali musim kompetisi dengan capain yang tak produktif.
Chelsea meraih trofi Piala Liga pertama mereka pada 1965. Kemudian mereka kembali meraih trofi Piala FA pada pada tahun 1970, dan Piala Winners pada 1971. Ternyata, itu adalah piala terakhir The Blues untuk sementara waktu.
Selama beberapa dekade berikutnya, target untuk meraih trofi bagi Chelsea tidak terlalu menjadi prioritas. Karena para petinggi klub tersebut sedang berusaha mati-matian untuk menghindari kebangkrutan. Kepemilikan keluarga Mears kemudian dilepas, dan The Blues dijual dengan harga simbolis £1 kepada pemilik baru Ken Bates pada 1982.
Chelsea kemudian seolah menghilang dari sorotan publik sepak bola Inggris, setidaknya sampai 1996 ketika Ruud Gullit ditunjuk sebagai player-manajer. Saat itu The Blues memiliki beberapa pemain bintang semacam Gianluca Vialli dan Gianfranco Zola.
Baca Juga: Walaupun Lulusan SD, Penghasilan Doni Salmanan Sentuh Angka Milyaran per Bulan
Chelsea kemudian kembali lagi menjadi salah satu klub paling disorot oleh publik sepak bola Inggris. Selama periode ini, mereka menikmati beberapa keberhasilan dengan raihan dua trofi Piala FA pada 1997 dan 2000, serta Piala Liga pada 1998. Mereka juga mengklaim trofi Piala Winners kedua mereka pada 1998 dengan mengalahkan Stuttgart 1-0 di laga final.
Pada 2003, nasib Chelsea kemudian berubah lebih baik ketika klub tersebut dijual ke miliarder Rusia Roman Abramovich. Miliarder Rusia itu segera membuat Chelsea stabil secara keuangan. Abramovich bahkan melunasi sebagian besar utang klub, dan menggelontorkan banyak uang untuk mendatangkan para pemain bintang.
Di bawah manajer Jose Mourinho yang kontroversial, Chelsea memenangkan gelar Liga Premier secara berturut-turut pada 2005 dan 2006, serta dua Piala Liga pada 2005 dan 2007, dan juga satu gelar Piala FA pada 2007.
Baca Juga: Suga BTS Donasikan 1,2 Milyar pada Hari Ulang Tahunnya untuk Korban Bencana Kebakaran Hutan
Setelah Mourinho meninggalkan klub karena sejumlah perselisihan dengan Abramovich, Chelsea terus menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris. Mereka kembali sukses meraih satu gelar Liga Primer, dua Piala FA, satu trofi Liga Champions, dan satu gelar Liga Europa dalam waktu enam tahun.
Tak lama setelah kembalinya Mourinho pada 2013, The Blues kembali meraih satu gelar Piala Liga lainnya, dan gelar liga kelima mereka. Setelah mengalami performa yang menurun, Chelsea kemudian memecat Jose Mourinho pada 2015.
Setelah itu pada 2015, The Blues sukses mengumpulkan dua trofi yaitu Liga Primer dan Piala Liga. Kemudian pada 2017 Chelsea kembali berhasil untuk meraih trofi Liga Primer, diikuti trofi Piala FA pada 2018.
Baca Juga: Polisi: Siapa pun yang Menerima Uang atau Barang dari Indra Kenz dan Doni Salmanan Harap Melapor
The Blues juga sukses raih trofi Liga Eropa pada 2019, setelah kemudian pada 2021 mereka sukses mengawinkan trofi Liga Champions dan Piala Super UEFA. Dan terbaru pada 2022, mereka sukses raih trofi Piala Dunia Antar Klub.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi