

inNalar.com – Hemofilia merupakan penyakit bawaan yang menganggu pembekuan pada darah karena kurangnya faktor VII dan IX.
Hemofilia disebabkan oleh mutasi genetik, sehingga hal itu akan mengakibatkan kekurangan protein pembentuk faktor pembekuan.
Akibatnya, darah penderita Hemofilia akan sulit membeku apabila terjadi pendarahan pada tubuhnya.
Adapun gejala Hemofilia atau penyakit keturunan sebagai berikut :
1. Pendarahan di hidung yang sulit berhenti
2. Mudah mengalami memar
3. Adanya darah pada urin dan tinja
4. Pendarahan pada gusi
5. Pendarahan setelah sunat (Sirkumsisi) yang sulit berhenti
6. Pendarahan pada sendi, bias ditandai dengan bengkaknya Siku dan Lutut
Lebih lanjut, tingkat parahnya pendarahan pada penderita Hemofilia tergantung jumlah protein faktor pembekuan darah.
Jika jumlah faktor tersebut sedikit, pendarahan akan lebih parah dan sulit berhenti. Namun tidak sebaliknya.
Namun, juga terdapat beberapa mitos terkait penyakit tersebut, yaitu salah satunya hanya terjadi pada pria.
Lebih jelasnya, Simak 3 Mitos Hemofilia sebagaimana dilansir inNalar.com dari beragam sumber.
1. Jika penderita Hemofilia terluka akan alami pendarahan hingga meninggal.
Faktanya: Tidak semuanya demikian. Tapi, saat pasien Hemofilia sering alami pendarahan akan berdampak pada kerusakan jangka panjang.
2. Benarkah Hemofilia hanya menimpa laki-laki?
Faktanya: Hemofilia mempengaruhi kromosom X dan kebanyakan diderita oleh pria. Namun perempuan juga ada yang mengalaminya akan tetapi sangat jarang.
Baca Juga: Twibbon Hari Hemofilia Sedunia 2022 yang Diperingati Setiap 17 April, Lengkap dengan Ucapannya
3. Penderita Hemofilia memiliki tingkat umurnya pendek.
Faktanya: Pasien bisa mempunyai harapan hidup sebagaimana orang normal. Dengan syarat pengobatan dan pencegahannya dilakukan secara tepat.
Demikian penjelasan terkait Hemofilia yang sering membuat kebanyakan orang salah paham.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi