

inNalar.com – Hari donor darah sedunia tahun ini akan diperingati pada tanggal 14 Juni 2023.
Namun, sejauh mana kita telah mengenal sosok di balik cikal bakal misi penyelamatan umat manusia hingga inovasinya berkembang menjadi momen peringatan hari donor darah sedunia ini?
Dalam memperingati hari donor darah sedunia tanggal 14 Juni 2023 ini, penting bagi kita untuk mengenal sosok di balik cikal bakal perjalanan panjang misi penyelamatan umat manusia.
Sosok di balik awal mula misi penyelamatan manusia melalui inovasi transfusi darah pertama kali ini adalah Dr. James Blundell.
Dr. James Blundell, seorang dokter kandungan berkebangsaan Inggris ini lahir pada tanggal 27 Desember 1790. Ia menjadi sosok yang pertama kali melakukan penelitian tentang penggunaan teknik transfusi darah manusia, bukan hewan.
Keberhasilan transfusi darah yang dilakukan oleh Dr. James Blundell, sosok di balik pengembang teknik donor darah antar manusia ini, bermula dari kebutuhan mendesaknya dalam menangani pasien Ibu hamil yang mengalami pendarahan pasca persalinan.
Baca Juga: Antara Manchester dan Barcelona, Mana Tim Asuhan Guardiola Peraih Treble Winner Terbaik?
Sang dokter kandungan asal Inggris ini pun merasa prihatin dengan banyaknya pasien Ibu hamil yang meninggal akibat pendarahan hebat pasca persalinan.
Hingga pada akhirnya, pada tahun 1818, industri donor darah pun memiliki secercah harapannya, yaitu saat Dr. James Blundell mempublikasikan hasil temuannya yang berjudul “Eksperimen Tentang Transfusi Darah Melalui Jarum Suntik” dalam sebuah jurnal medis bernama Medico-Chirurgical Transactions.
Dalam temuannya, yakni teknik transfusi darah dengan alat jarum suntik ini, Dr. James Blundell membahas beberapa catatan penting dari hasil pengalaman penelitiannya.
Baca Juga: Ternyata Micin Bisa Jadi Skincare Pemutih Kulit Lho! Begini Cara Pemakaiannya yang Aman
Ia membahas tentang pentingnya proses kegiatan donor darah ini dilakukan secara cepat agar darah tidak mengalami pembekuan.
Selain itu, Dr. James Blundell juga membahas perlunya menghindari udara yang masuk ke dalam pembuluh darah dan temuan adanya ketidakcocokan jika donor darah dilakukan dari hewan ke manusia.
Penemuan teknik donor darah antar manusia milik Dr. James Blundell pun akhirnya tak hanya berdampak positif pada penyelamatan pasien Ibu melahirkan saja.
Bahkan, pada tahun 1840, Dr. James Blundell berhasil membantu dr. Samuel Armstrong Lane dalam melakukan kegiatan donor darah pertama kalinya untuk mengobati pasien hemofilia.
Kemudian, Dr. James Blundell pun mengenalkan dua alat untuk melakukan transfusi darah, yaitu impellor dan gravitator.
Impellor adalah alat yang terdiri dari cangkir, tabung, dan suntik yang berfungsi untuk mengambil darah dari pihak pendonor untuk kemudian disalurkan kepada penerimanya.
Sementara gravitator adalah metode penggunaan gaya gravitasi supaya tranfer darah dari pihak pendonor mengalir dengan mudah kepada pihak penerimanya.
Penemuan Dr. James Blundell menjadi dasar pengembangan penyelamatan umat manusia bagi berbagai macam penyakit yang terus berkembang.
Hal ini terlihat dari penggunaan proses donor darah yang tidak hanya berfokus pada kasus pendarahan pasca melahirkan dan hemofilia saja.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi