

inNalar.com- Happy Salma memberikan pandangannya mengenai peran orang tua dalam mendidik anak, terkait gadget.
Menurut Happy Salma, apakah mereka akan mengenalkan gadget kepada anak saat usia dini atau tidak itu menjadi kewenangan setiap orang tua. Tentunya mereka punya alasan mengapa melakukan hal itu.
Menyadari dampak negatif dari penggunaan gadget, Happy Salma memilih membatasi anak-anaknya untuk bermain alat digital sejak usia dini.
Happy Salma yang saat ini menjadi seorang ibu dari dua orang anak ini baru akan mengenalkan perangkat digital itu saat usia mereka menginjak 14 tahun. Hal itu merupakan kesepakatannya dengan sang suami.
Happy Salma memberikan alasannya menjauhkan anak-anak dari gadget saat usia dini karena ia terinspirasi dari salah satu pencipta android yang juga tidak memberikan gadget kepada anak-anaknya saat masih di bawah 14 tahun.
“Jadi saya riset dan bertanya kepada para ahli mengenai dampak dari penggunaan gadget bagi anak-anak,” ungkap Happy Salma dikutip dari saluran Youtube STARPRO Indonesia.
Lantas, mengapa Happy Salma memilih mengulur waktu untuk memberikan gadget kepada anak-anaknya?
1. Anak menjadi Sulit Diajak Berkomunikasi
Happy Salma menerangkan pengalamannya mengenai anak saudaranya yang sudah terbiasa dengan gadget sejak dini.
Anak itu menjadi sulit diajak komunikasi, jarang menatap mata kita karena mereka asik sendiri dengan gadget yang mereka mainkan.
2. Menimbulkan Ketergantungan
Kebiasaan bermain gadget bisa menciptakan hormon dopamin yang membuat ketergantungan. Hal itu disampaikan oleh Happy Salma berdasarkan dari artikel yang ia baca.
Ironinya, rasa ketergantungan itu menurut para ahli sama seperti orang ketagihan rokok atau bermain judi. Akan tetapi dalam melakukan hal itu ada batasan umur, sedangkan gadget tidak.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, 11 November 2022: Bersabar dan Perbaiki Hubungan Anda
3. Memicu Kebiasaan Anak Suka Mengatur dan Melewatkan Proses-Proses Tertentu
Happy Salma berujar, ketika anak-anak sedang bermain gadget kemudian mereka tidak menyukai sesuatu mereka akan pindah ke yang lain. Hal itu mempengaruhi ketika dia tumbuh kembang.
Padahal, dalam kehidupan ada hal-hal yang tidak bisa kita atur. Anak-anak jangan terbiasa melewatkan proses-proses yang tidak mereka sukai, ada yang memang harus ia lewati dan sebagainya.
Tinggal di luar kota Jakarta juga menjadi pilihan Happy Salma agar anak-anaknya dekat dengan alam. Ia juga ingin anak-anaknya terbiasa melakukan permainan yang tidak satu arah agar mereka bisa aktif dan interaktif.
Baca Juga: Berkenalan dengan TWS Program Diet, Dijuluki Diet Sultan hingga Tidak Bikin Rebound Selama 90 Hari
Keluarkan Anak dari Sekolah Demi Tak Bersinggungan dengan Gadget saat Pandemi
Kurang lebih 2 tahun dunia dilanda pandemi covid-19 yang menyebabkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini juga dialami oleh anak-anak Happy Salma. Ibu dua anak itu lantas memindahkan anaknya ke sekolah yang masih luring.
“Ya, saat itu anak saya masih TK, ketika ada online saya keluarkan dari sekolah, lalu saya cari yang memang tidak menggunakan gadget,” kata Happy Salma dikutip dari channel Youtube STARPRO Indonesia.
Setelah lulus dari TK, Happy Salma kemudian memasukkan anaknya ke sekolah negeri yang non-gadget tapi menggunakan tugas. Jadi, PR diberikan lewat orang tua, lalu anaknya mengerjakan lewat buku kemudian diberikan kepada sekolah.
Baca Juga: Bryan Domani Deg-degan Pertama Kali Jalan di Catwalk Jakarta Fashion Week Bersama Alyssa Daguise
Berikan Pengertian Sekaligus Contoh pada Anak
Sebagai orang tua kita harus memberikan pengertian kenapa tidak boleh main Handphone di bawah 14 tahun kepada anak.
Tentunya, semua bermula dari orang tua. Jangan kita melarang anak menggunakan alat digital tapi di sisi lain kita asik memainkannya.
Menurut Happy Salma, hal indah dari manusia adalah bertatapan dan komunikasi. Hal yang paling esensial dari seorang manusia bermula dari sana. Jadi, harus diseimbangkan, jangan semuanya diambil oleh gadget.
Baca Juga: Agenda KTT G20 di Indonesia Semakin Dekat, Ini Daftar Negara yang Siap Hadir, Ada Raja Salman ?
“Tapi itu tadi, saya tidak boleh menghakimi. Setiap orang punya kebutuhan dan pandangan sendiri. Ini kan menurut saya, belum tentu menurut yang lain seperti itu juga,” kata Happy Salma.
“Itu atas dasar yang saya lakukan terhadap keluarga saya,” sambung Happy Salma dikutip dari kanal Youtube STARPRO Indonesia.
***