

inNalar.com – Semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, sehingga nantinya bakal bertemu dengan malaikat Munkar Nakir di alam kubur.
Malaikat Munkar Nakir di alam kubur sangat garang, bahkan kata Gus Baha wajah keduanya seram.
Tugas inti dari Munkar Nakir yaitu menanyakan kepada setiap manusia seputar tauhid dan amalan yang dilakukan semasa di dunia.
Baca Juga: Resep Masakan Nasi Krawu ala Chef Devina Hermawan, Menu Sarapan Khas Gresik yang Jadi Warisan Budaya
Jika manusia mampu menjawab dengan baik pertanyaan dari malaikat, bakal mendapat nikmat di alam kubur.
Sebaliknya, tidak mampu menjawab tidak segan-segan kedua malaikat itu memukulnya dan mendapat siksa.
Saking seram Munkar Nakir, tidak ada satu orang pun yang berani, kecuali satu orang kata Gus Baha.
Lebih lanjut, menurut Gus Baha satu orang tersebut sangat berani hingga Munkar Nakir dibentak olehnya.
Siapakah orang tersebut? Simak penjelasan Gus Baha seperti dikutip inNalar.com dari Youtube Sekolah Akhirat.
Kata Kyai yang berasal dari Rembang itu cerita tentang satu orang tersebut masyhur dan berdasarkan kitab yang dikarang Imam Nawawi Al Bantani.
Satu orang tersebut adalah sahabat Umar Bin Khattab. Beliau merupakan orang yang paling berani, bahkan malaikat pun ia bentak.
Pada saat Umar Bin Khattab wafat, Sayyidina Ali RA penasaran apakah kegarangan Umar berlanjut hingga di alam kubur saat berjumpa Munkar Nakir.
Alhasil, Sayyidina Ali memohon kepada Allah agar dibukakan mata batin (kasyaf) untuk melihat sayyidina umar saat di alam kubur.
Dan Allah pun mengabulkan permintaan tersebut sehingga Sayyidina Ali mampu menyaksikan Umar saat bertemu Munkar Nakir.
Di saat kedua malaikat penjaga kubur tersebut menatap Sayyidina Umar dengan wajah seram, ia langsung membentak keduanya.
“Setelah Munkar Nakir pasang wajah seram, Umar berdiri dan berkata, ‘kamu tau menghadapi siapa?’,” kata Gus Baha.
Sayyidina Umar pun meminta agar lebih sopan jika ingin bertanya kepadanya.
Ia mengatakan bahwa dirinya merupakan sahabat dari kekasih Allah SWT yakni Nabi Muhammad SAW.
“Saya ini teman dekatnya kekasih Allah,” ujar Gus Baha menirukan kata-kata Umar Bin Khattab.
Dan cerita keberanian Sayyidina Umar itu sangat masyhur menurut Gus Baha.***