

InNalar.com – Dalam tujuan untuk melakukan energi baru terbarukan (EBT), maka PLN membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Adapun PLTS yang ada di NTB ini berada di pulau Medang kabupaten Sumbawa, yang merupakan pulau terpencil di daerah NTB.
Sekedar informasi, sebelum PLTS di pulau NTB ini ada, pulau Medang yang berada di kabupaten Sumbawa hanya dialiri listrik selama 12 jam.
Tentu dengan adanya PLTS di pulau terpencil NTB tersebut membuat warga sekitar pulau Medang sangat terbantu.
Selain dialiri listrik selama 12 jam, warga di pulau Medang Sumbawa NTB ini juga hanya dihuni sekitar 2.547 warga, jadi tak heran jika disebut sebagai pulau terpencil.
Apalagi untuk menuju ke pulau Medang, akses menuju pulau tersebut hanya dapat dilalui menggunakan kapal, yang mana juga memiliki jarak yang cukup jauh.
Pulau Medang di NTB sendiri memiliki total luas 4,35 km persegi, yang rata-rata warganya bekerja sebagai nelayan.
Hal tersebut pastinya menjadi tantangan bagi PLN untuk mengirimkan instrumen serta komponen yang diperlukan dalam membangun PLTS di pulau Medang.
Saat PLTS ini terbangun, maka hal itu juga membantu dalam mewujudkan target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 mendatang.
Dilansir InNalar.com dari Pemprov NTB, pembangunan PLTS di pulau terluar NTB yang berada di kabupaten Sumbawa ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 14,3 miliar.
Meski begitu, namun PLTS di NTB ini akan beroperasi secara hybrid dengan PLTD milik PLN di Pulau Medang.
Diketahui pada tahun 2022 sudah terdapat sebanyak 720 pelanggan PLN di Pulau Medang, kabupaten Sumbawa, NTB.
Sebelum adanya PLTS tersebut, warga di pulau Medang NTB biasanya akan disuplai dari empat unit mesin diesel.
Keempat mesin diesel tersebut memiliki total kapasitas terpasang mencapai 460 kW, dan beban puncak rata rata mencapai 160 KW.
Pastinya saat pulau terluar di NTB ini teraliri listrik, membuat perekonomian warga di pulau Medang dapat semakin meningkat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi