Hanya 2 Jam dari Denpasar Bisa Temui Kerajinan Tradisional Bali yang Sudah Ada Sejak Zaman Dahulu, Apa Itu?

inNalar.com – Bali menjadi salah satu provinsi yang dikenal sebagai ikon pariwisata di Indonesia.

Selain terkenal akan pariwisatanya, di Bali ternyata ada kerajinan yang sudah ada sejak dahulu dan lokasinya tak jauh dari Denpasar.

Lokasi kerajinan tradisional Bali tersebut bernama Desa Tenganan Pegringsinganan.

Baca Juga: Baru 2 Tahun Ambruk! Jembatan di Padang Pariaman Ini Dibangun dengan Anggaran Rp25 Miliar

Jarak dari Desa Tenganan ke Denpasar sekitar 65 kilometer, dengan waktu tempuh 2 jam.

Desa Tenganan berada di sisi Timur Pulau Bal dan terkenal akan kerajinan tradiosional yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Kerajinan tersebut adalah kerajinan anyaman yang terbuat dari tanaman Ata.

Baca Juga: Panjang Hanya 180 Meter! Inilah Jembatan Terpendek yang Dibangun di Era Pemerintahan BJ Habibie

Tanaman Ata merupakan batang yang berjenis paku-pakuan yang disebut dengan paku Ata/Hata.

Dikutip dari Channel Youtube Bpnb Bali pada video berjudul Pertunjukan Daring – Kerajinan tradisional Ata di Karangasem, Provinsi Bali, Tahun 2021.

I Nyoman Uking, selaku pengrajin/pengepul kerajinan Ata Desa Tenganan Pegringsinganan, mengatakan bahwa tanaman paku Ata tumbuh dengan baik di dearah yang lembab seperti di hutan atau di kebun nanas.

Baca Juga: Hasil Terbaru Survei LSI: Erick Thohir Mampu Angkat Elektabilitas Capres Jelang Pemilu 2024

Tanaman Ata ini akan merambat atau membentuk semacam sulur ketika telah dewasa.

Sulur itu yang kemudian berkembang menjadi batang tanaman yang digunakan sebagai bahan utama dari kerajinan Ata.

Pada zaman dahulu, kerajinan Ata yang bernama Tamiang, sebutan orang sekitar yang digunakan sebagai alat penangkas saat perang.

Kerajinan Ata, Tamiang tersebut digunakan saat upacara perang pandan sebagai bentuk memuja dewa perang yakni Dewa Indra di Tenganan.

Selain Tamiang, jenis kerajinan Ata yang sudah ada sejak zaman dahulu adalah Ingke Ati Ata yang berarti sebuah tempat yang dipakai untuk persembahan dan Wanci, yakni tempat sedah atau sirih pinang.

Selain digunakan sebagai pelengkap pelaksanaan berbagai upacara, kerajinan Ata juga digunakan sebagai kegiatan sampingan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Oleh sebab itu, semua anggota keluarga bahkan semua orang bisa membuat kerajinan anyaman Ata.

Pembuatan Kerajinan Ata telah ada sejak zaman dahulu dan telah dilakukan oleh beberapa generasi sampai sekarang.

Kerajinan Tradisional dari Ata ini merupakan sebuah hasil dari cipta, karsa, rasa, dan budaya masyarakat yang beraneka ragam bentuk, motif, hingga fungsinya.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]