

inNalar.com – Proyek pertama pembangunan jalan tol di Kalimantan Timur jadikan ruas jalur Balikpapan – Samarinda menjadi yang tersepi di Indonesia, apa penyebabnya dan apakah benar?
Jalan tol Balikpapan-Samarinda merupakan jalur yang telah dibangun sejak tahun 2019 dengan anggaran yang mencapai Rp 9,9 Triliun memiliki pengendara yang sepi.
Padahal Jalan tol di pulau Kalimanatan ini menjadi salah satu bagian dari jaringan jalur bebas hambatan yang mengarahkan kita ke kawasan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.
Baca Juga: Proyek Paling Gila di Dunia! UEA Invest 60 Juta USD Gotong Gunung Es Antartika Gegara Kelangkaan Air
97,3 kilometer merupakan total keseluruhan dari panjang jalan tol yang telah dibuat di pulau Kalimantan.
Selain hal itu proyek bebas hambatan di Balikpapan-Samarinda memiliki akses untuk melewati jembatan Mahkota atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Achmad Amins di ujung jalan.
Pembiayaan mengenai pendanaan menggunakan pendanaan dengan sistem Supported, Build, Operate dan Transfer yang mana pemerintah membangun sebagian jalan dan jalan lainya di lelangkan kepada tander swasta.
Baca Juga: Didanai China Rp440 Triliun, Proyek Terusan Kra di Thailand Malah Bikin Geram Negara ASEAN
Pemerintah menggunakan APBN serta APBD untuk membangun seksi I yang dikerjakan oleh pemerintah, sedangkan seksi V menggunakan uang pinjaman RRT (Pemerintah Republik Tiongkok.
Porsi pemerintah dalam membantu pembiayaan adalah pembangunan seksi I dengan panjang 22,03 kilometer sekalian dengan membangun seksi V yang memiliki panjang 11,09 kilometer.
Oleh akan hal itu, tender yang memenangkan lelang pada prakualifikasi akan membangun seksi lainya yaitu seksi II, III, dan IV dengan pembayaran yang berbeda.
Baca Juga: Butuh Duit Rp466 Triliun, Realisasi Proyek Raksasa IKN Bakal Kuras Dua Keran Anggaran Ini
Pemenang tender yang menjalankan mandat untuk membangun jalan tol Balikpapan-Samarinda adalah PT Jasa Marga, pembayaran dilakukan dengan skema CPF (Contract Pre-Financing) akibatnya financial close dapat ditargetkan di akhir.
Jalan bebas hambatan ini diresmikan secara bertahap oleh Presiden Jokowi. Seksi yang dikerjakan oleh badan usaha swasta memiliki panjang 58,47 kilometer yang menghubungkan Samboja ke Samarinda.
Tol Balikpapan-Samarinda yang berada di Kalimantan merupakan wajah infrastruktur jalan IKN yang memiliki konsep Smart Forest City.
Baca Juga: Invest Dana Rp 6 Triliun, Mega Proyek Energi Bersih Pertamina di Bangladesh Diwarnai Dinamika
Jika kalian ingin ke ibu kota IKN hanya memerlukan sekitar 30 menit saja jika melewati proyek tol tersepi ini.
Wilayah cantik yang dilalui oleh jalur ini adalah wilayah Tahura Bukit Soeharto yang dijadikan sebagai hutan raya terletak di Kabupaten Kutai dan juga Kabupaten Panajem Paser Kalimantan.
Menurut halaman resmi pemerintahan, Jalur tol Balikpapan-Samarinda menjadi paling sepi diantara proyek jalan yang sudah dibangun di Indoensia sampai saat ini.
Pada saat awal diresmikan memang pengguna jalan ini masih sangatlah sedikit, tidak dapat mencapai 10.000 pengendara cuma sekitar 2900 an.
Namun dengan seiring berkembangnya pembangunan IKN, jumlah pennggunan lalu lintas Harian Rata-Rata (LHR) sudah naik sebanyak 11 ribu pengendara yang semula hanya 2 ribuan.
Laju lalu lintas juga semakin membaik dari tahun 2019 ke tahun 2024, menandakan bahwa masyarakat memiliki mobilitas yang semakin banyak.
Sampai saat ini jalur untuk akses ke IKN masih dalam proses pengerjaan dari 3 Seksi dengan jumlah total panjangnya sekitar 27,4 kilometer.
Semoga kedepanya pengguna jalur alternatif ini semakin banyak dan semakin dapat membantu perekoniman masyarakat di sekitarnya Kalimantan.***(Wahyu Adji Nugraha)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi