

inNalar.com – Pasaman Barat merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Barat.
Miliki luas 3.864,02 km2, Pasaman Barat dihuni oleh 441.773 jiwa dengan kepadatan penduduk 113/km2.
Pasaman Barat dikenal dengan berbagai potensi wisatanya, tak hanya wisata alam tetapi juga wisata kulinernya.
Baca Juga: Peduli Stunting, Kaesang Lakukan Safari Politik di NTT dan Disambut Baik dengan Tarian Kataga
Terkenal akan potensi wisata, tentunya akan berdampak bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Tumbuhnya ekonomi di Pasaman Barat dapat dilihat dari data penduduk miskin di daerah ini.
Dilansir inNalar.com dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Pasaman Barat cukup stabil dan tidak terjadi trend kenaikan.
Pada tahun 2020, presentase jumlah penduduk miskin di Pasaman Barat mencapai 7,04 persen.
Kemudian, pada tahun 2021, presentase jumlah penduduk miskin di Pasaman Barat mengalami kenaikan yakni 7,51 persen.
Sementara di tahun 2022, presentase jumlah penduduk miskin di Pasaman Barat menurun yakni 6,93.
Angka tersebut bisa dibilang cukup rendah jika dibandingkan dengan daerah lain.
Wilayahnya yang memiliki presentase jumlah penduduk miskin yang rendah tetapi di Pasaman Barat marak balita yang stunting.
Bahkan, Pasaman Barat menjadi wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Sumatera Barat pada tahun 2022.
Angka prevalensi balita stunting di Pasaman Barat mencapai 35,5 persen.
Angka prevalensi tersebut lebih tinggi daripada saat tahun 2021 yakni sebesar 24 persen.
Di posisi kedua terdapat Kabupaten Mentawai yakni sebesar 32 persen.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi