

inNalar.com – Kota Batu merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur dengan potensi wisatanya yang sangat menjanjikan.
Selain suasananya yang sejuk, di Kota Batu terdapat berbagai tempat wisata yang sangat menarik untuk di kunjungi.
Tempat wisata yang telah populer di Kota Batu ini meliputi Jatim Park 1 hingga 3, Museum Angkut, dan sebagainnya.
Potensi wisata yang sangat besar ini tentunya sangat berpengaruh kepada perekonomian masyarakat di Kota Batu.
Hal tersebut terbukti dari jumlah penduduk miskin di Batu yang sangat rendah.
Bahkan, jumlah penduduk miskin di Batu jadi yang terendah dibanding kota/kabupaten lainnya di Jawa Timur.
Jumlah penduduk miskin di Batu sendiri terus menurun selama 3 tahun terakhir.
Dilansir inNalar.com dari bps, pada tahun 2021 jumlah penduduk miskin di Kota Batu mencapai 8,63 ribu jiwa.
Pada tahun 2022, jumlah penduduk miskin di Batu mengalami penurunan yakni 8,05 ribu jiwa.
Kemudian, pada tahun 2023, jumlah penduduk miskin di daerah wisata ini kembali mengalami penurunan yakni mencapau 7,10 ribu jiwa.
Jadi daerah dengan jumlah penduduk miskin paling sedikit nyatanya berbanding terbalik dengan gizi balita di Batu.
Diketahui bahwa prevalensi balita stunting di Batu masih tergolong tinggi.
Prevalensi balita stunting di Kota Batu pada tahun 2022 sendiri mencapai 25,2 persen.
Angka prevalensi balita stunting di kota wisata tersebut masuk ke dalam 10 besar yang tertinggi di Jawa Timur.
Tepatnya angka prevalensi balita stunting di Batu tersebut menempati posisi ke-7.
Sementara angka prevalensi balita stunting tertinggi di Jawa Timur sendiri ditempati oleh Kabupaten Jember dengan angka 34,9 persen. ***