

inNalar.com – Gagasan keberlanjutan proyek pada kabinet merah putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo siap rampungkan Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi yang sambungkan pesisir Jawa Timur dengan Jawa Barat melalui jalur hubung di jalanan ini.
Peletakan batu pertama di Tol Jawa Timur ini atau biasa disebut dengan groundbreaking kali oleh Presiden Jokowi dilakukan pada tanggal 6 Februari 2023.
Persiapan dan pengerjaan telah dilakukan pada era presiden sebelumnya, sekarang kita tengah menunggu penyelesaian dari setiap proyek yang masih berjalan.
Baca Juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Q3 2024: Ekspansi Melambat, Saatnya Perkuat Daya Beli
Salah satunya adalah proyek jalan tol Probolinggo – Banyuwangi dengan total panjang jalur 175,4 kilometer yang berada di Jawa Timur.
Jalur ini akan dilewatkan ke arah arus Trans Jawa yang sering dilalui oleh banyak kendaraan dengan muatan besar.
Tentu saja akan sangat menguntungkan bila pelabuhan yang berada di Banyuwangi memiliki akses langsung masuk ke jalur khusus kendaraan cepat ini.
Keuntungan distribusi akan distribusi barang serta jasa akan mengalamai peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan melewati jalan arteri atupun Trans Jawa.
Penyelesaian jalur sudah melebihi angka 50% atau setengah pengerjaan sudah rampung hingga tanggal 30 September 2024 dengan melihat catatan dari anak perusahaan PT Jasa Marga.
Tahap I meliputi pembangunan dari wilayah Kabupaten Probolinggo sampai Besuki yang memiliki 3 bagian paket.
Paket 1 dimulai dari Gending – Kraksaan, paket 2 mulai Kraksaan – Paiton) dan paket 3 dimulai (Paiton – Besuki).
Untuk total semuanya sebenernya terdapat 7 sesksi termasuk yang sudah dikerjakan di jalur Probolinggo dan Besuki
Direktur Utama dari PT Jasamarga Probolinggo mengatakan secara menyeluruh, Jalan Tol Prabolinggo – Banyuwangi di Jawa Timur mempunyai panjang sampai 175,78 km.
Baca Juga: Daftar 5 Gedung Pencakar Langit Tertinggi di ASEAN Bakal ‘Digoyang’ Calon Menara Termegah RI di IKN
Dibagi menjadi 2 pembangunan bertahap, tahap 1 menghubungkan wilayah probolingoo dengan besuki dan tahap kedua menghubungkan Besuki ke Banyuwangi.
Masalah pembebasan lahan yang kerap terjadi untuk kepentingan negara telah diselesaikan pada bulan September 2024 sebesar 97% lebih.
Untuk perbedaan panjang jalan, Banyuwangi – Probolinggo sekitar 175 kilometer sedangkan Besuki-Banyuwangi 126 kilometer.
Baca Juga: Terpendam Selama 213 Juta Tahun, Harta Karun Raksasa Ditemukan di Kepulauan Bangka Belitung
Tiga gerbang tol (GT) akan segera dipasangkan di lintasan yang belum mencapai angka penyelesaian mendekati 100%.
Dimulai dengan GT Kraksan, PT Paiton selaku pemasangan atau finishing yang akan terjadi di Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi.
Keselamatan para pekerja kontruksi mempunya nilai lebih dan harus mengutamakan kesehatan, keselamatan publik serta keselamatan teksnis kontruksi.
Dengan anggaran yang luar biasa bukan main – main yakni sebesar 47 triliun jalur tersebut dianggap menjadi nilai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Fasilitas ini akan dikelola langsung oleh PT JPB Selaku Badan Usaha Jalan Tol dari PUPR karena memiliki nilai mata uang yang lebih tinggi.
Dengan besaran 96,33%, disusul PT Brantas Abipraya dengan 3,65% sedangkan untuk Waskita Toll Road hanya mencapai 0,02%.***(Wahyu Adji Nugraha)