Hamas Palestina Serang Israel, Gempuran Lewat Udara dan Darat Bikin Asap Hitam Bermunculan di Langit Gaza

inNalar.com – Perang semakin berkecamuk, ribuan roket diluncurkan Hamas menuju Israel pada sabtu pagi (7/10). Hal itu menyebabkan tanda peringatan di seluruh negeri.

Hamas juga mengirim puluhan anggotanya untuk untuk melintasi perbatasan negara. Padahal pada hari itu merupakan hari libur besar.

Hal ini menjadi salah satu kekacauan yang membuat perang semakin berkemcamuk. Hamas memulai perlawanan kembali terhadap tentara Israel.

Baca Juga: Habiskan Rp820 Miliar, Bendungan di Bali Ini Aliri Sawah dan Cegah Banjir Pakai Teknologi Inti Aspal

Diketahui dari serangan yang diberikan Hamas, mengakibatkan kematian sekitar 40 an orang Israel yang terdapat di Gaza.

Dilansir dari Reuters selain 40 orang yang sudah teridentifikasi, masih terdapat ratusan orang yang masih terluka akibat serangan Hamas pada Sabtu kemaren.

Benyamin Nestanyahu, selaku perdana menteri Israel mengatakan kepada publik bahwa bangsanya sedang berperang melawan militan Hamas di perbatan Gaza.

Baca Juga: Cuaca Panas Semarang Makin Meresahkan, Waspadai 3 Bahaya Mengerikan Bagi Kesehatan Tubuh

Ini merupakan komentar pertama Perdana Menteri tersebut sejak Hamas menguasai daerah perbatasn Gaza dengan memberikan perlawanan yang begitu besar.

Benyamin Netanyahu juga memberikan tanggapan atas serangan tersebut.

“Kita dalam kondisi berperang, dan saya pun berjanji bahwa Hamas akan merasakan harga yang harus dibayar,” ujar Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dalam pidatonya.

Baca Juga: Misteri Kematian Mirna Diungkap dr Djaja Surya Atmadja, Fakta Forensik Tunjukkan Sianida Bukan Penyebabnya

Perang yang diketahui mulai kembali berkobar ini dilaporkan oleh penduduk serta kepolisian setempat yang terletak di beberapa lokasi.

Kepala kepolisian Israel mengatakan bahwa kobaran api serangan Hamas terdapat di 21 tempat di bagian selatan Israel.

Komandan militer Hamas juga turut berkomentar atas serangan yang terjadi.

“Operasi perlawanan rakyat Palestina terus digempurkan, mari rakyat Palestina berjuang bersama,” tegas Deif selaku Komandan Militer Hamas dalam siaran media pers.

Lanjutnya Komandan Militer Hamas, Deif mengatakan bahwa ini merupakan pertempuran besar yang harus dimenangkan untuk untuk mengakhiri pendudukan Israel di dunia.

Diketahui komandan Militer Hamas tersebut meluncurkan sekitar ribuan roket ke tentara Israel yang menjaga perbatasan Gaza.

Pada 2021 lalu, diketahui Hamas dan Israel melakukan pertempuran besar yang telah sedikit reda. Namun, hal itu mulai berkecamuk kembali pada Sabtu kemaren.

Selain itu, petugas kesehatan yang terletak di gaza menyebutkan ada sekitar 198 orang Palestina juga terkena dampak dari serangan balasan Israel.

Hal itu menyebabkan awan hitam berkeliaran di sekitar langit Gaza akibat pertempuran besar yang terjadi.

Berdasarkan laporan yang dibuat oleh Saleh al-Arouri salah satu pemimpin Hamas mengatakan ke Al Jazeera bahwa pihaknya telah menawan beberapa pejabar senior Israel untuk dijadikan sebagai tawanan perang untuk merebut kembali warga Palestina yang diculik. ***

Rekomendasi