Hamas Palestina Buat Israel Kalang Kabut, Gunakan Teknik Paragliding Juga Serangan Pakai Drone dari Udara

inNalar.com – Hamas Palestina mengirimkan serangkan tidak terduga ke Israel.

Konfik antara kedua negara ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dengan Palestina yang selalu menjadi pihak dengan korban lebih banyak.

Namun, serangan yang dilakukan Hamas kali ini seperti memberi Israel pukulan keras atas serangannya kepada Palestina selama ini.

Baca Juga: Cuaca Panas Semarang Makin Meresahkan, Waspadai 3 Bahaya Mengerikan Bagi Kesehatan Tubuh

Serangan secara tidak terduga ini berhasil membuat beberapa wilayah Israel direbut dan dikuasai oleh Hamas.

Akan tetapi, ada yang berbeda dengan teknik yang digunakan oleh organisasi satu ini dalam agresi yang mereka lakukan.

Dilansir inNalar.com dari akun Twitter (X) @Greschinov, Hamas menggunakan paragliding untuk dapat masuk ke wilayah Israel.

Baca Juga: Suka Mendengarkan Musik Klasik? Penelitian Ungkap Mendengar Orkestra Bisa Menjadi Terapi Tubuh

Persiapan agresi dengan menggunakan paralayang ini bahkan didokumentasikan oleh organiasi ini dalam bentuk video.

Selain menggunakan teknik paragliding, sekitar 1.000 pejuang Palestina lainnya memasuki wilayah  Israel dengan menggunakan pickup, truk, motor, dan bulldozer.

Setidaknya, ada empat wilayah yang berhasil pejuang Palestina masuki dan kuasai. Keempat wilayah tersebut adalah Nahal Oz, far Aza, Magen, dan Sufa Beheri.

Baca Juga: Misteri Kematian Mirna Diungkap dr Djaja Surya Atmadja, Fakta Forensik Tunjukkan Sianida Bukan Penyebabnya

Teknik paragliding yang digunakan oleh Hamas ini memang sangat mengejutkan. Namun, serangan mereka yang lain pun juga tidak kalah berbeda dari lainnya.

Agresi yang dilakukan oleh organisasi ini bahkan menggunakan drone untuk meledakkan Merkava Tank.

Selain itu, cara yang sama juga dilakukan untuk meledakkan senapan mesin otomatis jarak jauh juga pos pengawasan militer.

Tidak hanya itu, drone juga digunakan untuk menyerang unit respon cepat yang ada di Israel.

Akibat dari serangan ini, ratusan warga Israel dinyatakan meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka.

Namun, respon dari serangan tidak terduga Hamas terhadap Israel ini adalah serangan udara besar-besaran di Jalur Gaza.

Berbeda dengan biasanya, Israel tidak memberi peringatan dan menjatuhkan lima bom yang jaraknya berdekatan ke Jalur Gaza.

Tidak berhenti disitu, Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Israel Katz, telah menandatangani perintah yang menginstruksikan perusahaan listrik untuk berhenti menyuplai listrik ke Otoritas Palestina di Gaza.***

 

Rekomendasi