

InNalar.com – Hamas selaku kelompok militan Palestina nampaknya bakal ketar-ketir setelah Israel resmi panggil 360 ribu tentara tambahan.
Israel semakin tak main-main terhadap ancamannya karena kembali menunjukkan keseriusannya dalam membantai Hamas di jalur Gaza, Palestina.
Ya, Israel memang tengah murka setelah dirinya mendapatkan serangan dadakan dari Hamas di dekat perbatasan Palestina pada Sabtu (07/10/23) kemarin.
Serangan dadakan yang dilakukan oleh Hamas ini membuat ratusan orang di beberapa wilayah di Israel meninggal dunia.
Tak hanya itu, sejumlah warga negaranya juga menjadi tawanan dari kelompok militan tersebut.
Israel kemudian langsung mendeklarasikan perang, dan bersumpah akan membabat habis para pejuang Hamas dari Palestina.
Tak hanya dengan memberikan balas dendam berupa serangan darat, udara, dan laut dengan senjata canggih, namun juga dengan mendatangkan tentara tambahan.
Melansir dari The Washington Post, militer Israel telah memanggil sekitar 360 ribu tentara cadangan untuk bergabung dalam perang melawan Hamas.
Ribuan tentara tersebut berasal dari warga negara Israel yang ada di luar negeri, dipanggil untuk pulang ke asalnya untuk membantu perang.
Baca Juga: Perang Hamas-Israel: Korban Tewas di Gaza Meningkat Menjadi 1.055 Orang dan 5.184 Alami Luka-luka
Ini merupakan mobilisasi terbesar di Israel sejak perang Yom Kippur pada 1973 lalu, di mana saat itu 400 ribu tentara cadangan dipanggil.
Israel sendiri juga menerapkan aturan wajib militer untuk warga yang telah berusia 18 tahun.
Kemudian mereka ditugaskan untuk menjadi tentara cadangan dan dapat dipanggil untuk bertugas secara berkala hingga usia 40 tahun.
Untuk membawa tentara cadangan tersebut El Al, maskapai penerbangan nasional, telah mengumumkan akan menjadwalkan penerbangan tambahan untuk membantu mereka.
Dua pesawat angkut Hercules juga telah diterbangkan ke negara-negara Eropa untuk membawa pulang warga Israel untuk jadi tentara cadangan dan melawan Hamas di Palestina.
Selain menjadi tentara cadangan, beberapa warga negara Israel yang tidak masuk kualifikasi akan tetap dipulangkan untuk menjadi sukarelawan di perang memberantas Hamas di Palestina.***