Hamas Bebaskan Tawanan Israel, Seorang Wanita Lanjut Usia Bernama Yocheved Lifschitz, Begini Kesaksiannya

 


inNalar.com – Genosida Israel masih terus dilakukan di beberapa titik di Gaza dan telah memasuki hari ke-18.

Satu demi satu korban Gaza terus meningkat, di semua kalangan umur. Baik dewasa, anak-anak hingga balita.

Rumah sakit di Gaza pun kini semakin penuh dengan lautan manusia, hingga membuat banyak warga histeris karena kehilangan sanak saudaranya.

Baca Juga: Satu-satunya di Sulut! Daerah di Kabupaten Minahasa Utara Ini Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas, Lokasi…

Dilansir dari twitter al-Quds, diketahui bahwa ada beberapa berita terbaru dalam beberapa hari terakhir ini.

Menurut kementerian dalam negeri Palestina, penyerangan yang dilakukan Israel kini menggunakan bom dengan kapasitas destruktif yang tinggi, sehingga menghancurkan seluruh blok dan membunuh banyak warga sipil di Gaza.

Rumah Sakit Indonesia kini juga mengalami pemadaman listrik menyeluruh karena kurangnya bahan bakar, yang aksesnya ditolak oleh Israel.

Baca Juga: Jadi Kepala Daerah Terkaya dan Berprestasi di Sumatera Utara, Poltak Sitorus Miliki Harta Mencapai Rp65,9 M

Lebih dari 1000 bayi di inkubator, beresiko tinggi dalam bahaya karena diperkirakan akan padam dalam 48 jam kedepan.

Serangan Israel, telah banyak memakan korban berusia balita. Diketahui dalam twitter tersebut, terdapat dua  bayi kembar yang diselamatkan dari reruntuhan rumah mereka.

Kementerian dalam negeri juga mengatakan, 28 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan Israel di beberapa rumah Selatan Gaza.

Baca Juga: Punya 20 Desa Wisata, Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara Ini Bisa Jadi Pilihan Destinasi Saat Liburan

Terdapat 1500 warga Palestina di bawah reruntuhan, yang belum bisa dijangkau oleh tim penyelamat karena kurangnya peralatan yang tersedia.

Setidaknya, bertambah lagi 110 orang warga Palestina yang tewas karena serangan Israel tadi malam, termasuk anak-anak dan wanita tak berdosa di dalamnya.

Saat ini, warga Palestina harus mengantri panjang untuk mendapatkan air dan roti akibat pengepungan Israel.

Disamping itu, dikabarkan bahwa Hamas melakukan pembebasan dua sandera Israel yang sempat ditahan atas dasar kemanusiaan.

Salah satunya bernama Yocheved Lifschitz, seorang wanita lanjut usia Israel yang dibebaskan tadi malam.

Saat ditanya oleh wartawan media, Yocheved Lifschitz memberikan kesaksian atas perlakuan Hamas padanya.

Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan bahwa Hamas memperlakukan tawanan mereka dengan hormat.

“Mereka memperlakukan kami dengan hormat, memberi kami obat-obatan, menjaga kebersihan, dan membawa dokter untuk memeriksa kami, mereka sangat ramah”, ungkap Yocheved Lifschitz.

Selain itu, Yocheved juga berjabat tangan dengan Hamas ketika dirinya dibebaskan. Sehingga menjadi salah satu pertanyaan yang diajukan wartawan, mengapa hal tersebut dilakukannya.

Yocheved pun mengatakan, lagi-lagi hal tersebut dilakukannya karena Hamas memperlakukan mereka dengan sangat baik.

Ia juga mengungkapkan bahwa mereka dibebaskan oleh Brigade Al Qassam, setelah beberapa hari Israel menolak mereka.

Inilah kesaksian dari wanita lanjut usia Israel yang menjadi tawanan Hamas, setelah kebebasannya.***

 

Rekomendasi