Habiskan Rp820 Miliar, Bendungan di Bali Ini Aliri Sawah dan Cegah Banjir Pakai Teknologi Inti Aspal

inNalar.com – Bendungan Tamblang menjadi bangunan pertama di Indonesia yang memakai teknologi Inti Aspal.

Proyek Bendungan Tamblang Bali sendiri direncanakan dalam rangka untuk meningkatkan irigasi pertanian serta pengendalian banjir secara optimal.

Bendungan Tamblang tersebut berlokasi spesifik di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Daeng Jawa Tengah Ini Bisa Jadi Solusi Mendinginkan Badan, Rasa Gerah Auto Menghilang!

Bendungan di Bali ini termasuk sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Kemudian berganti nama menjadi Bendungan Danu Kerthi dengan potensi pasokan air mencapai 510 liter/per detik.

Khususnya untuk Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Buleleng, D.I Bulian, serta D.I Bungkulan dengan luas total 558 ha.

Baca Juga: Harganya Bisa Rp300 Juta Perkilogram, Ini Penampakan Rempah Termahal di Dunia, Tertarik Membeli?

Kata Danu sendiri berarti sumber air, sedangkan Kerthi adalah menyucikan dan memuliakan sumber mata air.

Dikutip dari PUPR, Presiden Jokowi menegaskan bahwa bendungan tersebut mempunyai kapasitas tampung 5,1 juta m3.

Adapun luas genangannya dapat mencapai 29,8 ha sehingga efektif untuk menjadikannya sebagai pengairan sawah hingga pengendali banjir.

Baca Juga: Bak di Jepang, Taman Bunga di Semarang Jawa Tengah Ini Sajikan Sensasi Liburan di Negeri Dongeng

Proses pembangunan Bendungan Danu Kerthi sendiri dijelaskan memerlukan anggaran hingga Rp820 miliar.

Jarot Widyoko selaku Direktur Jenderal Sumber Daya Air mengungkapkan bahwa bendungan ini termasuk kebanggaan di tanah air.

Pasalnya, menjadi bendungan yang pertama kali menggunakan teknologi konstruksi Inti Aspal (Asphalt Core Concrete Embankment Dam-ACCED).

Adapun yang mengerjakan proyek tersebut yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) serta PT Mettana.

Ia menuturkan bahwa proses pembangunan bendungan dapat menjadi inovasi agar bisa memanfaatkan dana yang lebih ekonomis dalam memajukan teknologi agar bermanfaat bagi masyarakat.

Bendungan Tamblang juga berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan hasil listrik mencapai 0,54 MW, hingga pengendali banjir untuk retensi 156,86 m3/detik.

Tentu kehadiran bangunan ini perlu dijaga sebaik mungkin oleh seluruh lapisan masyarakat Buleleng.

Agar nantinya dapat meningkatkan perekonomian warga setempat serta memberikan dampak positif bagi Kabupaten Buleleng, Bali.

Proses peresmian Bendungan Tamblang sendiri sudah dilaksanakan oleh Presiden Jokowi. Tepatnya pada Kamis (2/2/23) lalu didampingi oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. ***

Rekomendasi