

InNalar.com – Terdapat pembangunan infrastruktur di daerah Kalimantan Selatan, yang mana tidak menggunakan dana dari pemerintah.
Pembangunan tersebut adalah jembatan Sei Puting yang dibangun melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PT Antang Gunung Meratus.
Tepatnya, jalur penghubung ini berada di Kabupaten Tapin, yang melintas di atas sungai Puting.
Meskipun untuk saat ini jalan di atas air itu sudah beroperasi, namun sebelum ini warga daerah sekitar harus menggunakan perahu atau kapal agar dapat melintas di sungai Puting.
Jadi dengan jembatan ini, maka membuat terdapat jalur darat yang menghubungkan antara kabupaten Tapin dan Barito Kuala.
Pembangunan jalur darat ini sebelumnya dikerjakan pada tahun 2018, dengan kontrak kerja selama 540 hari kalender.
Peresmiannya sendiri dilakukan pada bulan Februari 2020, yang diikuti pula oleh menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Hal yang luar biasa dari jalur penghubung ini adalah pembangunannya dilakukan oleh CSR perusahaan, dan bukan berasal dari APBN, APBD, ataupun KPBU.
Dilansir InNalar.com dari sahabat.pu.go.id, pembangunan jalur darat ini membutuhkan anggaran sebesar Rp 66,5 miliar.
Sebenarnya pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berupa jembatan, sebab masih terdapat 3 overpast yang dibangun melalui progam CSR perusahaan tambang.
Akan tetapi, karena jalur darat di Kalimantan Selatan ini dibangun melalui progam perusahaan, maka ada pula yang menyebutnya sebagai jembatan Kanal Antang.
Selain mampu digunakan oleh warga, namun jalur penghubung ini juga memiliki fungsi lain untuk semakin memudahkan akses angkut menuju ke terminal batu bara.
Pasalnya, saat menggunakan kapal Ferry daya angkut yang bisa dibawanya hanya 1 truck, 2 mobil dan 6 motor.
Tentu kendala kesulitan dalam melintasi sungai Puting di Kalimantan Selatan ini telah terpecahkan, sejak jembatan Sei Puting di kabupaten tapin ini ada.
Apalagi jembatan ini juga masuk ke dalam jalan nasional, yang cukup diapresiasi baik oleh sang menteri PUPR.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi