Habiskan Rp3 Triliun, Bandara Cantik di NTT Ini Pernah Dipakai Saat KTT ASEAN 2023 dan Bentuknya Mirip…

inNalar.com – Bandara yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini pernah dipakai sebagai tempat pendaratan pesawat saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada Mei 2023 lalu.

Bandar udara cantik dengan nama khas hewan endemik Indonesia ini berada di Laboan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lapangan udara di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini merupakan bandara kelas II dengan kategori penerbangan domestik.

Baca Juga: Update: WHO Peringatkan Fasilitas Kesehatan Gaza Semakin Buruk, PBB Duga Israel akan Lakukan Serangan Darat

Adapun nama dari bandar udara di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini adalah Bandara Komodo Labuan Bajo.

Bandar udara yang sudah dibangun sejak 2015 ini awalnya bernama Bandara Mutiara II. Namun, setelah dilakukan perluasan, nama dari infrastruktur satu ini pun berubah.

Renovasi ini dilakukan pada tahun 2020 hingga 2021 dengan melakukan perluasan fasilitas bandar udara.

Baca Juga: The Promenade Batam, Pedestrian Tercantik Kepulauan Riau Ini Berada di Jalur Pelayaran Tersibuk di Dunia

Dilansir inNalar.com dari Portal Informasi Indonesia, perluasan dilakukan di fasilitas runway atau landasan pacu yang awalnya berukuran 2.450 m x 45 m menjadi 2.650 m x 45 m.

Perluasan juga dilakukan di terminal bandar udara yang awalnya 9.968 meter persegi menjadi 13.366 meter persegi.

Selain itu, ukuran apron juga diperluas sampai ukuran 310 meter x 100 meter.

Baca Juga: Lagi! Karena Overload, 3 Hektare Lahan Terbakar di TPA Suwung Bali Bahkan Hingga Sebabkan Kabut Asap!

Dampak dari perluasan terminal yang bertambah hampir 4.000 meter persegi tersebut adalah bertambahnya daya tampung terminal Bandara Komodo Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Kapasitas terminal bandar udara ini awalnya hanyalah 1,1 juta penumpang saja. Setelah perluasan, jumlah ini bertambah menjadi 4 juta penumpang.

Proyek perluasan bandar udara ini menghabiskan dana sekitar Rp 3 triliun.

Meski menjadi salah bandara di Indonesia, namun, pengelola dari Bandara Komodo Labuan Bajo saat ini masih dipegang oleh perusahaan internasional, Konsorsium Cardig Aero Service (CAS).

Konsorsium CAS sebagai pengelola dari bandar udara ini meliputi PT Cardig Aero Service, Changi Airports Internasional Pte Ltd., dan Changi Airports MENA Pte Ltd..

Meskipun begitu, PT Angkasa Pura I (Persero) dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk dapat mengambil alih pengelolaan Bandara Komodo Labuan Bajo.

KECANTIKAN BANDARA KOMODO LABUAN BAJO

Bandara Komodo Labuan Bajo yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki bentuk bangunan yang khas.

Bangunan dari bandara ini terlihat seperti sluet salah satu hewan endemik Indonesia, yakni komodo.

Tidak hanya bangunannya, bagian dalam dari bandara cantik di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga dihiasi dengan ornamen komodo yang tergantung di langit-langit.

Selain itu, di dalam bangunan juga terdapat pilar dengan motif tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain bagian dalamnya, bagian tengah dari bangunan bandar udara ini juga memiliki corak rumah adat suku Wae Rebo.***

 

Rekomendasi