

inNalar.com – Proyek yang sedang dikerjakan oleh pemerintah saat ini tidak hanya berpusat ke bendungan saja, namun, juga embung yang memiliki fungsi mirip dengan bendungan.
Salah satunya adalah embung yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.
Berbeda dengan bendungan, proyek milik Kementerian PUPR ini berbentuk kolam atau cekungan yang dapat menampung air limpasan ataupun air dari sumber lainnya.
Tidak hanya itu, kolam penampung ini juga memiliki fungsi untuk menampung air pada saat musim hujan yang kemudian bisa digunakan saat musim kemarau tiba.
Dilansir dari pu.go.id, kolam penampung air ini memiliki ukuran yang super besar dengan luas genangannya mencapai 4,5 hektare dengan kapasitas tampung sebesar 150.000 meter kubik.
Pembangunan dari proyek penampung air ini menghabiskan anggaran Rp29,65 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya.
Baca Juga: Bisa Jual 2,01 Juta Metrik Ton Batu Bara, Ternyata Utang RMKE Semakin Membengkak, Totalnya…
Dengan ukuran yang begitu besar, embung ini dibangun dengan tujuan untuk mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Oleh karena itu, penampung air ini dibangun di antara jalan akses menuju destinasi wisata tersebut menuju Golo Mori, Kecamatan Komodo.
Selain guna mendukung pariwisata, infrastruktur ini juga memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk masyarakat.
Tidak hanya itu, kolam penampung air ini juga memiliki fungsi untuk mengisi air tanah yang juga merupakan bagian dari updaya konservasi lingkungan.
Selain bermanfaat untuk masyarakat, embung di NTT ini juga dipercaya akan menjadi destinasi wisata baru selain Labuan Bajo.
Hal ini karena di sekitar embung yang bernama Anak Munting ini telah ditanami oleh banyak pohon yang proses penanamannya dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi pada 5 Desember 2023 lalu.
Baca Juga: Sedot Dana Rp420 Miliar, Pembangunan RSUP Kota Kupang NTT Digarap 2 Perusahaan, Begini Porsinya
Pohon-pohon yang ditanam di sekitar kolam penampung ini tidak hanya ada satu jenis saja, namun, berbagai macam mulai dari tanaman estetika sampai non-estetika.
Dilansir dari manggaraibaratkab.go.id, terdapat juga beberapa tanaman endemik yang ditanam di sekitar Embung Anak Munting ini, contohnya munting, bodhi, tabebuya, mulih, dan ketapang.
Dengan adanya tanaman-tanaman tersebut, kolam penampung air ini nantinya akan menjadi destinasi wisata hijau dengan pohon-pohon yang beragam.
Penanaman pohon ini tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata yang sejuk, namun, juga sebagai usaha pemerintah yang terus menggerakkan upaya penghijauan.
Penanaman pohon yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Embung Anak Munting ini merupakan upaya penghijauan yang berkaitan dengan perubahan iklim yang terus terjadi.
Selain menanam pohon di sekitar kolam penampung air, Presiden juga menanam kurang lebih 900 bibit tumbuhan di lahan seluas 0,9 hektare milik Pemprov Nusa Tenggara Timur pada keesokan harinya, 6 Desember 2023.***