Habiskan Rp278 M, Kalimantan Selatan Punya Ikon Jembatan Baru dengan Desain Lengkung Termegah se-Indonesia

inNalar.com – Untuk memperkuat konektivitas antara daerahnya, Kalimantan Selatan rupanya membangun jembatan baru.

Tidak tanggung-tanggung, jembatan ini bahkan diklaim memiliki desain asimetris pertama di Indonesia, bahkan dunia.

Jembatan tersebut rupanya juga memiliki kecanggihan di mana mampu bertahan hingga 100 tahun dan dirancang untuk anti gempa.

Baca Juga: Menenangkan Diri Menurut Ustadz Abdul Somad: Ketika Hati Kita Tenang, Semuanya yang Lain Mengikuti

Dilansir inNalar.com dari laman pu.go.id, Kalimantan Selatan telah meresmikan jembatan desain lengkung mereka yang diberi nama Sei Alalak.

Jembatan Sei Alalak diklaim menjadi jembatan lengkung pertama di Indonesia bahkan di dunia yang memiliki desain melengkung khusus.

Pasalnya, jembatan biasanya memiliki pilon lurus di mana sisi kanan dan kirinya simetris.

Baca Juga: Ganti Jembatan Usia 30 Tahun, Kalimantan Selatan Bangun yang Baru dengan Desain Lengkung Pertama di Indonesia

Di lain sisi, Jembatan Sei Alalak didesain dengan pilon melengkung beserta jalan jembatan yang ikut melengkung.

Hal ini menjadikan Jembatan Sei Alalak sebagai jembatan lengkung pertama dan termegah di Indonesia.

Setelah peresmiannya, jembatan lengkung gantung ikon Kalimantan Selatan tersebut dikatakan memiliki teknologi tinggi.

Baca Juga: Telan Dana Rp 10,8 Triliun, Bandara Ini Akan Jadi Terbesar di Jawa Timur, Apakah Melebihi Juanda?

Diperkirakan, Jembatan Sei Alalak dapat bertahan hingga 100 tahun dan memiliki ketahanan terhadap gempa.

Pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai akses utama Kota Banjarmasin menuju berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.

Selain itu, jembatan yang memiliki panjang keseluruhan 850 meter ini menjadi bagian dari lintas selatan Trans Kalimantan.

Dibangun oleh kontraktor PT Wijaya Karya-Pandji, pembangunan Jembatan Sei Alalak menghabiskan biaya Rp 278,4 miliar menggunakan dana APBN.

Jembatan lengkung termegah yang ada di Kalimantan Selatan tersebut digunakan sebagai pemecah kemacetan yang juga sering dilanda banjir.

Untuk memberikan keadaan tertib pada jembatan, kendaraan yang diizinkan hanyalah roda dua dan mobil berpenumpang.***

Rekomendasi