

inNalar.com – Memiliki banyak wilayah perbatasan, rupanya pemerintah Kalimantan Utara berusaha memajukan daerah-daerahnya.
Namun, hal tersebut juga berlaku bagi daerah perkotaan Kalimantan Utara yang rupanya masih memiliki kesulitan akses transportasi.
Salah satu upayanya adalah membuka keterisolasian daerah mereka dengan membangun jembatan.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, pemerintah rupanya berencana membangun jembatan yang menghubungkan Tanjung Selor dengan Tanjung Buyu.
Jembatan ini akan membentang sepanjang 300 meter dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 250 miliar.
Anggaran biaya diupayakan dapat menggunakan APBN dan bentang jembatan diketahui mengikuti lebar bentangan Sungai Kayan.
Baca Juga: Kode Voucher SHOPEE 9.9 UP TO 90 Persen September 2023 MEGA SALE, Jangan Sampai Ketinggalan!
Pembangunan jembatan ini di daerah Kalimantan Utara ini dinilai perlu karena memang belum memiliki jalan akses yang mudah.
Selama ini, masyarakat berlalu lalang menggunakan transportasi air yang melintasi sungai di daerah tersebut.
Pembangunan jembatan ini akan disiapkan oleh pihak DPUPR-Perkim untuk uji lokasi dan kelayakan.
Jembatan sepanjang 300 meter di perkotaan Kalimantan Utara tersebut direncanakan akan memiliki ujung berseberangan dengan Salimbatu.
Dengan begitu, masyarakat dari Desa Salimbatu, Tanjung Palas Tengah ini dapat menuju Tanjung Selor langsung melalui jembatan tersebut.
Pembangunan jembatan yang langsung terhubung ke Tanjung Selor ini dinilai lebih memudahkan dan menghemat waktu.
Biasanya, masyarakat perlu memutar melewati Tanjung Palas kemudian Buluh Perindu menuju Tanjung Selor.
Tanjung Buyu sendiri merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara yang memiliki potensi pertanian.
Diketahui, Tanjung Buyu memiliki potensi lahan seluas 1.000 hektar untuk menjadi kawasan pertanian bila dikelola dengan baik.
Dengan adanya jembatan penghubung Tanjung Selor-Tanjung Buyu tersebut, diharapkan perekonomian kedua daerah dapat meningkat. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi