

inNalar.com – Jembatan di Kabupaten Balangan ini dikenal dengan nama Jembatan Paringin.
Proyek ini dibangun sebagai penghubung wilayah Kecamatan Paringin dengan Paringin Selatan.
Dahulunya, wilayah tersebut dipisahkan oleh Sungai Balangan, tetapi saat ini sudah terhubung berkat proyek jembatan paringin.
Baca Juga: Mengenal Ruwatan, Tradisi Sakral Jawa di Bulan Muharram Yang Sarat Akan Makna
Jalan penghubung dua wilayah Paringin ini merupakan salah satu infrastruktur penting bagi negara Indonesia, mengingat negara kita berbentuk kepulauan yang tersebar dari sabang-merauke.
Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan masyarakat lebih mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Jembatan ini memiliki desain yang sederhana seperti jembatan pada umumnya, tetapi memiliki bentuk kontruksi yang kokoh.
Baca Juga: Wisata Religi di Surabaya yang Menjadi Pusat Kunjungan Umat Islam Setiap Tahunnya
Meski memiliki desain yang sederhana, jembatan yang berlokasi di Kabupaten Balangan ini memiliki peran yang luar biasa penting dalam kehidupan masyarakat.
Beberapa manfaat dibangunanya jembatan ini, antara lain sebagai berikut.
Pertama, mempersingkat waktu tempuh penduduk dari Kecamatan Paringin ke Paringin Selatan, begitu juga sebaliknya.
Baca Juga: Pulau Morotai, Salah Satu Daerah di Indonesia yang Menjadi Saksi Perang Dunia Kedua
Kedua, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya dalam distribusi barang di sektor perkebunan dan pertanian.
Ketiga, memudahkan akses layanan publik bagi masyarakat, khususnya memudah warga untuk menjangkau rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintahan.
Dengan adanya akses yang lebih mudah dapat menunjang perkembangan wilayah daerah setempat.
Baca Juga: Fantastis! Pendapatannya Capai Rp50 Miliar per Tahu, Desa Terkaya di Indonesia Ternyata Ada di Bali
Adanya jembatan ini juga menjadi penunjang keselamatan warga, karena proyek dibangun dengan kualitas terbaik.
Salah satu jembatan di Kabupaten Balangan ini merupakan infrastruktur penghubung daerah baru di Kalimantan Selatan yang diresmikan pada 30 Oktober 2024 oleh Pjs Bupati Balangan Taufik Hidayat dengan pendampingan Forkopimda.
Menghabiskan uang negara sebanyak Rp24,9 Miliar, jembatan ini memiliki panjang sekitar 80 meter.
Baca Juga: Fantastis! Pendapatannya Capai Rp50 Miliar per Tahu, Desa Terkaya di Indonesia Ternyata Ada di Bali
Proyek ini merupakan salah satu program kerja pemerintah pusat bersama Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah Kalimantan Selatan.
Pembangunan proyek alat penghubung ini menghabiskan waktu sekitar 2 tahun, merupakan waktu yang cukup singkat, mengingat pembangunan jembatan bisa menghabiskan waktu lebih dari 2 tahun.
Konstruksi proyek ini dimulai dengan tahap perencanaan, mempersiapkan lahan, sampai akhirnya pada tahap pembangunan struktur utama.
Pembangunan proyek ini telah diperhitungkan dengan baik sesuai dengan kebutuhan wilayah tersebut, mulai kondisi cuaca hingga struktur jembatan yang sesuai untuk penggunanya.
Semua perencaan hingga pembangunannya dilakukan oleh PT Wijaya Karya (persero) atau biasa kita kenal dengan WIKA.
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan engineering dan konstruksi terbesar yang dimiliki oleh Indonesia.
Perusahaan ini sudah banyak mengerjakan banyak proyek pembangunan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga seharusnya kita tidak perlu khawatir dengan kualitas jembatan paringin, karena PT Wijaya Karya (persero) memiliki latar belakang pengalaman yang baik.***(Gebriel Hemas)