

inNalar.com – Salah satu jalan layang yang menarik di Indonesia adalah jalan tol layang yang menghubungkan antara Jakarta dan Cikampek.
Lebih tepatnya, jalan layang ini menghubungkan antara wilayah Junction Cikunir sampai Karawang Barat.
Jalan layang ini merupakan sebuah tol yang membentang sepanjang 36,84 km.
Baca Juga: Akan Berubah Nama Dari DKI Menjadi DKJ Setelah Pindah Ibu Kota, Ini Sejarah Berubahnya Nama Jakarta
Jalan tol layang ini diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada 12 Desember 2019.
Nama jalan layang ini pada awal peresmiannya adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.
Namun, nama ini kemudian berubah pada tahun 2021 menjadi Jalan Layang MBZ.
Baca Juga: Gandeng Jepang, Proyek PLTA Terbesar di Kalimantan Utara Ini Akan Manifestasikan Listrik 9.000 MW
Nama MBZ sendiri adalah singkatan dari nama Syeikh Mohammed Bin Zayed yang merupakan Putra Mahkota Abu Dhabi.
Pergantian nama ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Uni Emirat Arab (UEA) yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia selama 45 tahun.
Jalan Layang MBZ pertama kali dibangun pada tahun 2017 dan selesai pembangunannya pada tahun 2019.
Baca Juga: Simak! Berikut 5 Judul Lagu yang Punya Vibes Sering Dikaitkan dengan Istilah Old Money
Pembangunan jalan layang yang hanya memakan waktu dua tahun ini menghabiskan dana sekitar Rp 16,23 triliun.
Pembangunan Jalan Layang MBZ ini menggunakan teknologi bernama Sosrobahu yang merupakan hasil karya anak bangsa.
Teknologi Sosrobahu ini adalah ciptaan Ir. Tjokorda Raka Sukawati, seorang insinyur yang menemukan teknik Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) atau Sosrobahu seperti dikutip dari laman pu.go.id.
Dalam pembangunan Jalan Layang MBZ ini menggunakan 294 pier head dan 200 di antaranya dipasang dengan menggunakan teknologi Sosrobahu.
Selain itu, Jalan Layang MBZ juga memiliki 6.151 pondasi iang yang menjadi penyangga konstruksi.
Selain itu, jalan layang ini juga memiliki 2.585 unit penyalur beban dengan dimensi yang berbeda-beda.
Jalan Layang MBZ juga dilengkapi dengan berbagai fitus keselamatan seperti emergency U-turn yang ada di delapan titik berbeda.
Kemudian juga ada kurang lebih seratus CCTV, dua titik emergency exit ramp, sampai empat titik emergency parking bay.
Jalan Layang MBZ ini dibuka setiap pukul 10.00 pagi ***