Habiskan Rp159 Triliun, Proyek Gas di Teluk Bintuni Papua Barat Ini Malah Kena Denda Rp4 Triliun, Karena…

inNalar.com – Proyek gas alam cair atau liguified natural gas (LNG) yang berada di Teluk Bintuni, Papua Barat ini rencananya akan memulai proses produksi pada akhir tahun 2023.

Proyek liquified natural gas yang bernama LNG Tangguh Train 3 ini berada di Teluk Bintuni, Papua Barat.

Pembangunan LNG Tangguh Train 3 yang ada di Teluk Bintuni, Papua Barat ini sudah dilakukan sejak 2016.

Baca Juga: Proyek Tanggul Pantai DKI Jakarta dan 2 Wilayah Ini Habiskan Biaya Hingga Rp5 Ribu Triliun, Kapan Selesai?

Adapun nilai investasi yang dihabiskan untuk membangun proyek LNG Tangguh Train 3 ini adalah sekitar Rp 159 triliun berdasarkan persetujuan plan of development (POD) II.

Namun, proses pembangunan dari LNG Tangguh Train 3 ini sempat terhenti akibat Covid-19 yang terjadi beberapa tahun lalu.

Meskipun begitu, proyek gas ini diperkirakan akan memulai tahap operasinya pada tahun 2023 ini.

Baca Juga: Efek Domino Harga Minyak Dunia Akibat Perang Israel – Hamas Palestina, Stabil atau Makin Labil?

Dilansir inNalar.com dari Kementerian ESDM Dirjen Minyak dan Gas Bumi, LNG Tangguh Train 3 merupakan bagian dari LNG Tangguh di Papua Barat.

Proyek produsen serta penjualan gas ini sendiri merupakan proyek joint venture antara masyarakat lokal Papua Barat, Pemerintah Indonesia sebagai kontraktor, dan British Petroleum sebagai operator.

Train 1 dan 2 yang sudah dibangun terlebih dahulu dapat menghasilkan setidaknya 7,6 juta ton LNG per tahun.

Baca Juga: Banyak Berlubang, Pemerintah NTT Bangun Jalan Rp400 Miliar, Panjangnya 906 km, Sampai Harus Pinjam Bank?

Sedangkan, LNG Tangguh Train 3 sendiri diperkirakan akan mampu menghasilkan 3,8 juta ton LNG per tahun.

Pada awalnya, proyek Train 3 ini akan mampu beroperasi mulai tahun 2020. Namun, karena adanya Covid-19, maka, jadwal pun mundur hingga tahun 2021.

Akan tetapi, jadwal operasi secara komersial kembali mundur untuk kedua kalinya hingga direncakan akan dibuka pada Maret 2023.

Tapi, tanggal produksi mundur lagi hingga diperkirakan akan memulai operasi pada November 2023.

Adapun hasil produksi dari LNG Tangguh Train 3 ini nantinya akan disalurkan ke PLN guna guna memenuhi kebutuhan gas dalam negeri serta kepada pembeli yang sudah terkontrak.

AKIBAT JADWAL OPERASI LNG TANGGUH TRAIN 3 YANG MOLOR

Jadwal operasi komersial dari proyek LNG Tangguh Train 3 yang terus mundur hingga tiga tahun ini tentunya bukan tanpa akibat.

Terdapat penalti yang harus dibayarkan oleh operator LNG sebanyak USD $ 300 juta atau setara dengan Rp 4,45 triliun.

Angka ini adalah hasil negosiasi dari jumlah awal yang mencapai USD $ 700 juta atau sekitar Rp 10,3 triliun.

Munculnya penalti yang begitu banyak ini adalah karena telah ada kepastian atau komitmen dari para pembeli pada proyek LNG Tangguh Train 3.

Meskipun begitu, pihak operator, yakni British Petroleum, masih mencoba melakukan negosiasi ulang dengan para pembeli agar penalti dapat ditekan lebih banyak.***

 

Rekomendasi