

inNalar.com – Menjadi daerah paling timur Indonesia rupanya tidak membuat Papua tertinggal dengan wilayah lainnya.
Pasalnya, provinsi yang dikenal sebagai Bumi Cendrawasih tersebut memiliki stadion termegah kedua se-Indonesia.
Stadion ini rupanya disiapkan sebagai tuan rumah PON XX pada Oktober 2021 dan dibangun dengan harga fantastis.
Baca Juga: 9 Wisata Populer di Jawa Timur yang Memukau Mata dengan Keindahannya, Wajib Masuk List saat Liburan!
Dilansir inNalar.com dari laman indonesia.go.id, stadion tersebut bernama Stadion Lukas Enembe yang berada di Kabupaten Jayapura, Papua.
Keberadaan stadion ini berdiri di lokasi yang sangat strategis karena dibangun di jalan poros utama penghubung Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.
Selain itu, akses menuju stadion ini juga dimudahkan mengingat hanya berjarak sekitar 8,9 kilometer dari Bandara Internasional Sentani.
Baca Juga: Jadi Proyek Mangkrak, Gedung Mewah di Jakarta Ini Terlanjur Dibangun dengan Kucuran Dana Rp75 Miliar
Stadion Lukas Enembe menjadi ikon kebanggaan masyarakat Papua karena telah dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas berstandar nasional.
Dapat menampung total 40 ribu penonton, lapangan sepak bola di stadion ini telah mengikuti standar FIFA di mana menggunakan jenis rumput Manila.
Lintasan atletiknya juga telah bersertifikasi kelas dunia yang sudah dilengkapi oleh lapangan pemanasan.
Baca Juga: Liriknya Bikin Panggung AGT Merinding, Inilah Profil Band U2 yang Lagunya Dibawakan Putri Ariani
Tidak lupa, fasilitas scoring board berasal dari Eropa serta 88 unit sound system didatangkan dari Jepang.
Stadion Lukas Enembe digadang sebagai stadion termegah kedua se-Indonesia setelah Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dikerjakan oleh 900 pekerja, stadion ini juga berhasil meraih 3 rekor MURI sekaligus tepat setelah rampung dibangun.
Kategori rekor tersebut adalah struktur atap baja lengkung bentang terpanjang, atap tanpa sambungan terluas, dan instalasi terpanjang.
Pembangunan yang diselesaikan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk pada Juni 2019 tersebut rupanya menghabiskan dana Rp1,3 triliun.
Luasnya yang mencapai 13 hektar dibangun menggunakan APBD Provinsi Papua sepenuhnya.
Meski begitu, stadion ini rupanya memiliki perubahan nama belum lama ini, di mana dulunya disebut sebagai Stadion Papua Bangkit.
Pengubahan nama menjadi Stadion Lukas Enembe dilakukan sebagai bentuk terima kasih terhadap gubernur Papua tersebut.
Meski belum diresmikan, rupanya nama Stadion Lukas Enembe perlu ditinjau ulang mengingat sang gubernur terjerat kasus yang tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah.***