Habiskan Rp1,02 Triliun, Bendungan Pertama di Sulawesi Barat Ini Justru Rugikan Warga, 2 Ha Tanahnya Hanya Dihargai…

inNalar.com – Bendungan Budong-budong yang berada di Desa Salulebo, Kecamatan Topoyo, Kabuapten Mamuju Tengah ini merupakan bendungan pertama di Sulawesi Barat.

Namun, meski memiliki banyak manfaat, pembangunan dari Bendungan Budong-budong justru membuat beberapa warga mengalami kerugian.

Dilansir dari Setkab, bendung air yang berada di Desa Salulebo ini memiliki kapasitas tampung sebesar 65,18 juta meter kubik.

Baca Juga: Genggam Aset Jumbo Rp30 Triliun, PTBA Catat Produksi Batu Bara Sebanyak 31,9 Juta Ton di Kuartal III 2023, Naik 15 Persen!

Bendung air ini juga dapat mengaliri air ke Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektare.

Adapun daerah layanan dari pembendung air ini meliputi DI Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada.

Selain itu, pembendung air ini juga memiliki potensi untuk menyalurkan air baku sebesar 410 liter per detik.

Baca Juga: Kantongi Cuan Rp1,43 Triliun, Perusahaan Tambang Emas Ini Punya 3 Area Produksi Jumbo, Salah Satunya Ada di Malaysia?

Tidak hanya itu, bendung air ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi atau mereduksi banjir di Kecamatan Budong-budong, Topoyo, dan Karossa.

Debit banjir yang awalnya sebesar 341,59 meter kubik per detik dapat dikurangi menjadi 106,76 meter kubik per detik dengan memanfaatkan Bendungan Budong-budong.

Namun, meskipun bendung air ini memiliki banyak sekali manfaat, dalam proses pembangunannya, fasilitas ini justru merugikan masyarakat.

Baca Juga: 5 Tahun Mangkrak, Akhirnya Megaproyek Jembatan Rp2 Triliun Tanah Bumbu-Kotabaru Kalimantan Selatan Dilanjutkan, Rampung Tahun…

Salah satu orang yang dirugikan oleh pembangunan bendung air ini adalah seorang warga Kecamatan Topoyo.

Lahan milik warga Kecamatan Tomoyo, Mamuju Tengah yang bernama Ramli ini termasuk ke dalam lahan yang digunakan untuk pembangunan.

Lahan miliknya tersebut sebelumnya adalah perkebunan sawit dengan luas kurang lebih dua hektar.

Baca Juga: Sempat Terendus Kejanggalan, Perbaikan Jembatan Kontroversial Senilai Rp20,8 Miliar di Tuban Jawa Timur Ini Ditarget Selesai Desember 2023, Tapi…

Namun, meski lahan yang digunakan untuk pembangunan Bendungan Budong-budong tersebut sangat luas, harga yang diberikan oleh pemerintah kepada Ramli hanya sebesar Rp56 juta pada awal Januari 2023 lalu.

Selain Ramli, juga masih ada setidaknya 14 warga lain yang tidak setuju dengan harga yang diberikan sebagai ganti rugi pembangunan.

Selain itu, pada September 2023 lalu, pembangunan bendung air ini sempat terhenti karena adanya aksi protes dari warga.

Baca Juga: Rugikan Negara Rp11 Miliar, Proyek Jembatan Mangkrak di Purbalingga Ini Disokong Dana Pemda Tahun 2017

Protes yang dilakukan oleh warga ini dilakukan untuk menuntut pembayaran ganti rugi lahan yang belum dibayarkan.

Bendungan Budong-budong sendiri diperkirakan akan selesai pada tahun 2024 setelah sebelumnya ditargetkan selesai pada Desember 2023.

Dana yang dihabiskan untuk membangun proyek infrastruktur sumber daya air ini adalah sebesar Rp1,02 triliun.***

 

Rekomendasi