

inNalar.com – Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan yang kerap terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Timur.
Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu solusi yang diterapkan pemerintah Sidoarjo Jawa Timur adalah membangun jalan layang atau flyover.
Flyover Krian yang ada Jawa Timur diketahui memiliki panjang yang mencapai 700 meter dimana bagian ujungnya masih ada tambahan.
Tambahan berupa turunan yang ada di ujung Flyover Krian Sidoarjo memiliki panjang masing-masing 100 meter.
Pembangunan flyover sepanjang 700 meter di Jawa Timur ini ditargetkan rampung pada bulan Desember 2023.
Hingga saat ini diketahui bahwa progress pembangunan Flyover Krian di Jawa Timur telah mencapai sekitar 80 persen.
Sehingga diperkirakan pada Desember 2023, Flyover Krian sudah rampung dan dapat mulai dilintasi atau dioperasikan.
Total anggaran yang dikeluarkan untuk membangun Flyover Krian di Jawa Timur mencapai nilai Rp 167 miliar.
Sedangkan uang yang dihabiskan untuk pembebasan lahan pembangunan Flyover Krian, Jawa Timur mencapai Rp 7,5 miliar.
Karena kini tahap pembangunan sudah mencapai sekitar 80 persen, area di sekitar Flyover Krian sudah dapat dilintasi kembali.
Beberapa area yang sudah dapat dilintasi di sekitar flyover adalah Jalan Kyai Mojo, Jalan Moh. Yamin, Jalan Setiabudi.
Jalan layang ini dibangun di wilayah yang unik karena melintasi rel kereta api Km 38+897 lintas Surabaya-Solo.
Dengan biaya yang mencapai Rp 7,5 miliar untuk pembebasan lahan, kini terwujudlah pembangunan jalan layang di Jawa Timur.
Baca Juga: Pelabuhan Terbesar di Kalimantan Barat Ini Punya Peran Besar dalam Perkembangan Industri
Apabila sudah rampung pembangunannya, Flyover Krian diharapkan mampu mengurangi resiko kemacetan di sekitarnya.
Kehadiran Flyover Krian ini akan menambah jumlah jalan layang yang sudah ada di Provinsi Jawa Timur.***